Lima Tahun Mengabdi, Dua Kali Duduk di Kursi Kerja

Satu Jam Bersama Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto

15
sudiarto
BANGGA MENGABDI: Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto menatap arah jendela dari ruang kerja, kemarin (17/10). Minggu (22/10) mendatang, Sudiarto resmi lengser dari jabatan.

jabarekspres.com – Meski jabatan Wakil Wali Kota Cimahi tinggal menghitung hari, namun Drs H Sudiarto SE Ak tidak lantas berleha-leha. Dia tetap menjalankan fungsi pasca ditinggal Atty Suharti yang kini modok di jeruji besi.

Sudiarto masih berkutat dalam tugas seperti memeriksa surat-surat masuk yang harus ditanda tangani dan juga masih menjalankan agenda hariannya. Beban itu lantas bertambah ketika diangkat menjadi Plt Wali Kota Cimahi.

Sosok pria kelahiran Kutoardjo, 10 Oktober 1949 itu memang keras. Dia terbiasa untuk melakukan pekerjaan tanpa menunda-nundanya meski masa baktinya berakhir Minggu 22 Oktober 2017. Tujuannya, semua pekerjaan atau persoalan Kota Cimahi apalagi yang menyangkut masyarakat. Harus segera beres!

Makanya, wajar jika selama lima tahun menjabat Wakil Wali Kota Cimahi, dia baru dua kali duduk di kursinya kerjanya itu. Dan selama ini, dia selalu tinggal di rumah pribadinya di Jalan Sirna Rasa nomor 7A, RT 03/RW 09, Cibabat, Kota Cimahi.

”Kalau ada surat masuk atau pekerjaan yang saya tidak mengerti, saya panggil saja langsung dinasnya. Saya usahakan selesai, kalaupun tidak selesai besoknya saya langsung kerjakan agar orang tidak bingung nunggu-nunggu,” papar Sudiarto, di ruang kerjanya, di Komplek perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusuma, kemarin (17/10).

Kendati dipercaya memimpin Cimahi, itu tak lantas membuat Sudiarto ongkang-ongkang kaki. Sebab, jabatan sekadar amanah. Utamanya, kata dia, melayani masyarakat.

Jauh dari kata santai. Nyatanya Sudiarto selama ini mengaku, tidak pernah tidur nyenyak ngurusi warga Kota Cimahi. Tapi, anehnya, saat kejadian penangkapan Wali Kota Atty Suharti, dia bisa tidur nyenyak sampai tidak sadar banyak telepon masuk untuk memberitahukan bahwa Atty ditangkap KPK. ”Jadi saya tahu kabar ibu ditangkap pagi hari,” urainya.

Oleh karena itu, selama memegang amanah sebagai Wakil Wali Kota Cimahi, dirinya tidak pernah memikirkan untuk punya usaha lain. Dengan begitu, pikirannya tak bercabang. Fokus melayani Cimahi.

”Ya jika kita punya usaha lain, itu akan mengganggu pekerjaan saya sebagai pelayan masyarakat,” jelasnya suami dari Hartinah itu.

Dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, lanjut Sudiarto, dia harus sesuai aturan yang berlaku dan harus mengikuti alur kerja. Sehingga apa pun pekerjaan yang menjadi tugas akan bisa dikerjakan dengan baik. ”Kalau sibuk ya risiko kita. Apa pun beban pekerjaan yang diberikan, ya kita kerjakan sebaik-baiknya,” urainya.

Untuk itu, Sudiarto meminta kepada semua ASN pemkot Cimahi yang sedang menyongsong wali kota baru, agar bekerja sebaik mungkin dan bekerja tidak saling membebani dan merasa terbebani. Tidak hanya itu, Sudiarto juga mengajak para ASN pemkot Cimahi untuk selalu mendukung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi terpilih dalam menjalankan tugasnya.

”Inikan sudah hasil pilihan masyarakat, maka suka tidak suka, mau tidak mau ASN harus membantunya agar bisa memperlancar tugas beliau. Ke depan siapapun yang mempunyai ilmu jangan segan-segan untuk meneruskan dan membagi kepada beliau. Hidup ini bagaimana hati kita, kalau semua diawali dengan baik maka akan memperoleh hasil yang baik pula,” bebernya.

Saat disinggung kegiatan apa yang akan dilakukan setelah berhenti menjabat sebagai Wakil Wali Kota, Sudiarto mengaku, dirinya belum tahu akan berbuat apa. Namun karena dirinya sebagai pengurus partai Golkar di DPD Jabar maka dia akan menunggu perintah partai saja.

”Suruh aktivitas lagi boleh, enggak juga tidak apa-apa. Intinya kita selalu taat kepada partai itu saja,” sebutnya pria yang lantas menjadi kader Partai Golkar sejak 1977 itu.

Saat ditanya, apakah ada persiapan usaha atau yang lainnya, Sudiarto mengatakan, dirinya kurang mengerti tentang berbisnis. Terlebih sebelumnya, dia merupakan PNS RS Dustira Cimahi (Kesdam Siliwangi), DPRD Kabupaten Bandung, DPRD Kota Cimahi.

”Tapi bukan berarti saya tidak mengerti tentang ilmu bisnis, tetapi kita kan harus bisa menempatkan diri,” selorohnya.

Untuk keluar dari pemkot pun Sudiarto mengaku tidak akan membawa barang-barang yang ada. Termasuk beragam penghargaan yang telah diterima.

”Biarkan saja menjadi kenangan bagi semua. Itu kan milik pemerintah mau dikasikan, ya saya bawa tidak juga nggak apa-apa,” pungkasnya. (ziz/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here