Lima Belas Klub Liga I Ancam Mogok

3
Liga1
MOGOK BERMAIN: Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan menyebutkan tidak takut dengan ancaman 15 klub yang mengancam akan mogok, mereka disinyalir tidak puas dengan transportasi operator liga.

jabarekspres.com, JAKARTA – Kompetisi Liga 1 dilanda gonjang-ganjing. Sebanyak 15 klub mengancam mogok karena tidak puas dengan transparansi operator liga. Di sisi lain, PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak takut. Sebagai operator kompetisi, PT LIB mengingatkan risiko yang harus ditanggung klub bila mogok bermain.

”Kami tidak mau berpolemik dan mencipatakan kegaduhan dalam sepak bola tanah air. Tapi, kalau mereka mengancam untuk mogok dari kompetisi, silahkan saja,” kata Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan dalam konferensi pers di Jakarta. ”Tapi, ingat, klub juga harus sadar bahwa ada sejumlah konsekuensi yang harus mereka hadapi di kemudian hari,” tegasnya.

Berlinton mengatakan, liga akan tetap menjalankan kompetisi sesuai schedule yang sudah mereka susun sejak awal. Artinya, bila ada klub yang akhirnya benar-benar mogok, secara otomatis regulasi kompetisi akan diberlakukan. ”Jadi, kalau ada klub yang tidak bertanding, poin mereka kosong. Itu saja,” papar pria asal Medan itu.

Liga menilai tuntutan dari mayoritas klub peserta Liga 1 tersebut tidak beralasan. Sebab, sejauh ini operator kompetisi sudah memenuhi hampir semua kebutuhan dan hak klub. Terkait subsidi, misalnya, Berlinton mengatakan bahwa liga sudah memberikan sekitar Rp 5 miliar kepada 18 klub Liga 1. Total subsidi yang diterima klub adalah Rp 7,5 miliar.

Dua hari lalu, 15 klub Liga 1 membentuk Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia. Mereka adalah Arema FC, Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Sriwijaya FC, Madura United, Persipura Jayapura, Perseru Serui, Borneo FC, Barito Putera, Mitra Kukar, Persija Jakarta, Semen Padang, PSM Makassar, Persiba Balikpapan dan Bhayangkara FC. Tiga klub yang belum bergabung adalah PS TNI, Persib Bandung dan Bali United.

Forum 15 klub tersebut menuntut operator kompetisi melakukan transparansi dalam hal legal, bisnis, dan teknis. Pihak klub mempertanyakan soal subsidi, pembagian hak siar, dan penilaian rating televisi. Bila tuntuan itu tidak terjawab dalam 14 hari, mereka mengancam mogok.

Berlinton mengatakan liga akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu dilakukan lewat forum khusus untuk melakukan pertemuan dengan para pemilik klub. ”Toh selama ini kami tidak pernah terlambat memenuhi hak klub. Kami ingin diskusi dengan mereka, sebenarnya ada masalah apa ini,” ujarnya.

Juru Bicara Forum Klub Gede Widiade mengungkapkan, tuntutan mereka adalah hasil dari kajian dan diskusi. Kesimpulannya, mereka menilai operator kompetisi terindikasi melakukan pelanggaran perjanjian atas komitmen bersama dengan klub di awal kompetisi.

”Sebenarnya kegiatan biasa antara operator dengan klub. Garis besarnya, awal kompetisi ada pertemuan pemilik klub dengan operator. Nah, kami berharap, ada komitmen awal yang terlihat bagus mengenai transparansi,” kata pria yang juga direktur utama Persija Jakarta itu. (ben/ca/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here