Kurun Enam Bulan, Sukabumi Diguncang 29 Kali Gempa

1
DOK/SUKABUMI EKSPRES
LOKASI PATAHAN: Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Bahrami, menunjukkan patahan gempa pada monitor yang melintas di Kota Sukabumi. Kurun enam bulan terakhir, di wilayah Sukabumi terjadi sekitar 29 kali getaran gempa.

jabarekspres.com, CIKEMBAR – Frekuensi getaran gempa yang terdeteksi berpusat di wilayah Sukabumi selama Januari hingga pertengahan Juli tahun ini relatif tinggi. Kurun semester pertama tahun ini, jumlah kejadian gempa mencapai 29 kali.

“Hasil rekapitulasi yang tercatat di Pusdalops BPBD, selama Januari hingga pertengahan Juli ini terjadi 29 kali getaran gempa berpusat di wilayah Sukabumi,” terang Koordinator Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Yana Rusyana, kemarin (16/7).

Kejadian gempa paling banyak terjadi pada Januari mencapai 11 kali. Sedangkan pada Februari sebanyak 6 kali, Maret sebanyak 3 kali, April sebanyak 7 kali, Mei sebanyak 1 kali, dan Juli 1 kali. Rata-rata magnitude gempa berkekuatan 4 skala richter hingga 5 skala richter. “Magnitudo paling besar berkekuatan 5,1 skala richter pada 23 Januari. Koordinatnya berada di 8.50 Lintang Selatan, 105.87 Bujur Timur berada di kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempanya tak berpotensi tsunami. Magnitudo terbesar kedua berkekuatan 5,2 skala richter pada 8 Februari di titik koordinat 7.64 Lintang Selatan, 106.90 Bujur Timur berada di 79 kilometer Barat Daya Kota Sukabumi di kedalaman 25 kilometer,” tuturnya.

Kemarin, terjadi kembali dua kali getaran gempa berpusat di Sukabumi. Kali pertama gempa berkekuatan 2,8 skala richter di titik koordinat 7.23 Lintang Selatan, 107.21 Bujur Timur di 45 kilometer tenggara Kota Sukabumi di kedalaman 10 kilometer sekitar pukul 05.06 WIB. Getaran kedua terjadi pada pukul 06.57 WIB berkekuatan 3,1 skala richter di titik koordinat 7.96 Lintang Selatan, 107.40 Bujur Timur di kedalaman 23 kilometer. “Getaran gempa tadi (kemarin) kekuatannya kecil dan pusat gempanya dalam, sehingga gempanya tidak dirasakan manusia, tapi hanya terekam alat perekam (seismograf),” jelasnya.

Tidak ada infrastruktur bangunan terdampak gempa yang berpusat di Sukabumi. Kerusakan bangunan hanya dampak dari gempa yang berpusat di Kabupaten Garut berkekuatan 5,1 skala richter pada Kamis (16/2).

Bangunan yang rusak itu yakni rumah dinas milik Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Ciemas di Kampung Taman Jaya RT 01/09 Desa Ciemas dengan kategori rusak ringan. Sedangkan satu lagi bangunan rumah milik Sokib di Kampung Pasir Kiara RT 02/10 Desa Cijengkol Kecamatan Caringin. Kategorinya rusak sedang. Bagian tembok belakang rumah yang dihuni lima jiwa itu roboh. “Kalau yang berpusat di Sukabumi tidak terdapat bangunan rusak,” tandasnya.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Bahrami, menyebutkan tren getaran gempa belakangan ini cenderung meningkat. Namun yang berepisentrum langsung di titik koordinat di Kota Sukabumi sejauh ini belum ada. “Kalau getaran yang berpusat di Kota Sukabumi belum ada, kita hanya terdampak shake (getaran) saja dari beberapa daerah,” ujarnya.

Secara geografis Kota Sukabumi memang berada di lokasi pergeseran sesar (patahan) wilayah parahiyangan hingga ke Palabuhanratu dan Banten. Ia merata-ratakan dalam satu bulan terjadi dua kali getaran gempa. “Magnitudo-nya di atas 5 skala richter. Jadi kalau diakumulasikan selama awal tahun hingga pertengahan tahun ini terjadi sekitar 14 kali getaran gempa yang dirasakan di Kota Sukabumi,” tandasnya.(hyt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here