Kota Bandung sebagai Inovator Reformasi Birokrasi

Bandung Menjawab
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
BERDISKUSI: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial (kanan) saat Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kamis (18/5).

jabarekspres.com – PELAYANAN publik pemerintah Kota Bandung dianggap paling baik dan menjadi inovator reformasi birokrasi bagi daerah lain. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai A sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Selain itu, pemkot Bandung juga menempati urutan keenam penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

RK
Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung


“Bandung Juara bukan omong kosong. Kinerja birokrasi pemkot
Bandung mendapat penghargaan
dari Menpan-RB mendapat nilai A”

”Bandung Juara bukan omong kosong. Kinerja birokrasi pemkot Bandung mendapat penghargaan dari Menpan-RB mendapat nilai A. Sedangkan dari Mendagri juara 6. Pelayan publik yang dulunya rapor merah kini dianggap paling baik,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam kegiatan Bandung Menjawab di taman Sejarah, Jalan Aceh, kemarin (18/5). Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil-mengatakan, dirinya membuat suatu sistem aplikasi di Kota Bandung dalam segala bentuk layanan publik. Sistem yang dia buat memudahkan warga dalam mendapat layanan.

Dengn sistem aplikasi tersebut, terbukti pembangunan Kota Bandung sangat cepat, efesiensi, dan dapat menghemat APBD. Sistem aplikasi yang dibuatnya saat ini dirasa cukup berhasil. ”Dengan sistem yang dibangun, pelayanan terhadap masyarakat lebih mudah. Seperti jika ada warga yang mau usaha, cukup mendaftarkan izin usahanya lewat aplikasi GAMPIL,” ujar dia.Selain itu, dalam perumusan anggaran pun pemkot Bandung menggunakan aplikasi e-budgeting. Sehingga, tidak akan ada lagi pejabat yang menyelewengkan dana.

”Jadi ketika nanti saya selesai masa tugas sebagai pemimpin di Kota Bandung, sudah ’mewarisi’ sistem yang bisa digunakan wali kota selanjutnya. Pemimpin yang baik itu yang memiliki dan meninggalkan sistem untuk di jalankan. Jadi siapapun nanti yang menjadi wali kotanya hanya tinggal melanjutkannya saja,” ujar Emil. (adv/mg1/fik)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR