Kerudung Rabbani Masih Mendominasi

18
Rabbani
BANYAK PILIHAN: Gedung Rabbani Cabang Buah Batu Bandung tampak megah di lokasi yang strategis siap menyambut pembeli fashion.

jabarekspres.com, BANDUNG – Trand fashion hijab terus meluas seiring banyaknya pilihan akan warna hingga jenis busana yang semakin fashionable. Seperti Rabbani yang saat ini terus memperluas jaringan pasar meski tetap setia dengan segmen pasar remaja.

Hal tersebut diungkapkan SPV Rabbani Cabang Buah Batu Elya Angraeni, bonus demografi Kota Bandung yang didomimasi kalangan muda yang produktif membuat Rabbani terus mensuplai kebutuhan di segmen remaja dan kaum muda. ”Peminat hijab kan semakin sini semakin banyak ya. Meski memang dari jenis kita masih andalkan untuk hijabnya yang sederhana, seperti hijab instan anak anak sekolah,” jelas Elya Angraeni, SPV Rabbani Cabang Buah Batu  kepada Jabar Ekspres di Rabbani Buah Batu Bandung, kemarin (13/11).

Kontribusi hasil pemasaran kerudung sekolah menurut Elya begitu potensial dari total target Rabbani selama setahun, 70 persen disumbang dari hasil pendapatan penjualan kerudung sekolah. ”Targetnya saja, untuk bunker (toko besar) Rabbani Buah Batu, Rp 1,5 miliar/bulan. Sebagian besar itu (dari) kerudung. Terutama kerudung instan (sekolah),” ungkapnya.

Meski daya beli masyarakat saat ini melemah, Elya mengaku hal tersebut bukan jadi masalah. Pasalnya, strategi pemasaran hingga akhir tahun akan terus gencar dilakukan. Dari Januari hingga awal November saja, Rabbani Buah Batu sudah berhasil mencapai total Rp.9 miliar.

Sementara itu, seperti diketahui sebelumnya selain trand hijab untuk remaja, tren hijab syar’i di kalangan perempuan dewasa selama beberapa tahun terakhir mulai berkembang menjadi sebuah pilihan fashion baru

Salah satu Desainer Fashion Hijab Rya Baraba mengaku, permintaan akan busana hijab syar’i begitu tinggi di tahun 2017. ”Tren itu sudah tiga tahun lalu ya, saya mulai desain produksi hijab syar’i itu, dari tahun lalu cuma memang tahun ini semakin gandrung. Beberapa waktu lalu aja saya baru launching tujuh desain baju dan kerudung syar’i, hanya kurun waktu tiga hari sudah habis 500 baju,” jelasnya belum lama ini

Rya menjelaskan, pasar kerudung syar’i di Indonesia masih begitu potensial, buktinya mayoritas konsumen yang dimilikinya merupakan konsumen lokal yang tersebar di berbagai kawasan seperti Pulau Kalimantan, Sumatera dan Jawa.

Dirinya mengaku belum memasarkan produk kerudung hijabnya ke luar negeri, karena pasar dalam negeri masih miliki permintaan yang tinggi. ”Warna yang masih tren saat ini masih monochrome dan pastel, permintaan baju dan kerudung syar’i jauh lebih tinggi dibanding baju hijab biasa. Permintaan kerudung khimar banyak dari daerah Kalimantan,” ujarnya

Untuk koleksi terbarunya saat ini Rya mengaku sudah banyak kerudung khimar atau syar’i yang biasa dipakai setiap hari, namun dirinya khusus memproduksi jenis khimar yang lebih mewah dan elegan dengan kisaran harga Rp 4-6 juta untuk setiap itemnya. Lebih lanjut Rya mengaku, banyak konsumennya merupakan perempuan muda yang tengah memperdalam agama Islam dari segi ibadah hingga gaya berbusana. (pan/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here