Kementerian PANRB: Sistem Seleksi Terbuka JPT Akan Segera Ditinggalkan

2

jabarekspres.com, Surabaya – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) berusaha terus memaksimalkan manajemen PNS. Salah satu acuannya, dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, untuk  5–10 tahun ke depan, Kemenpan RB sedang menyiapkan SDM Aparatur. ”Ini untuk mendukung arah pembangunan nasional. Kita ingin mencapai SDM emas di tahun 2045,” tutur Setiawan, di depan rapat koordinasi Manajemen Aparatur Sipil Negara dan Persiapan Penilaian JPT Teladan Nasional, Kamis (18/5) di Surabaya.

Setiawan memaparkan, tahapan demi tahapan, harus dilakukan secara berjenjang. Tahap pertama, di dalam pengelolaan SDM Aparatur di akhir 2018, dia berharap bisa mewujudkan sistim merit (kebijakan dan manajemen SDM Aparatur yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, ataupun kondisi kecacatan, Red).

”Apa yang sekarang dilakukan dengan istilah open bidding atau seleksi terbuka  akan segera kita tinggalkan ketika sistim merit  sudah berjalan,” tuturnya.

Dijelaskan Setiawan, penerapan sistem merit ini sangat sederhana. Yaitu kualifikasi, kompetensi dan kinerja, dalam berbagai aspek mulai dari perencanaan sampai pemberhentian ASN. ”Jadi seseorang yang akan menduduki suatu jabatan, syaratnya memenuhi kualifikasi, kompetensi dan kinerja  dan kita targetkan  akhir 2019 sudah tercapai,” jelasnya lagi.

Namun diakui Setiawan Wangsaatmaja, sekarang ini masih terjadi benturan-benturan yang sangat kuat karena berbagai kepentingan. Tapi kalau nanti sistem merit ini sudah berjalan, pengawasan sudah baik, sistim informasi sudah baik, maka hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

Untuk membangun sistim ini,  kata dia, pemerintah harus membangun aturan dan tertib dalam pelaksanaan. Sehingga tidak ada lagi alasan alasan yang tidak semestinya, pergantian pejabat tanpa sebab.

Apabila sistim merit ini sudah berjalan dengan baik, kata dia, maka hal ini bisa dipandang sebagai kapital bangsa ini. Sebab, di Negara-negara yang sudah maju pun, birokrasi dipandang sebagai modal untuk kemauan bangsanya.

Lebih lanjut Setiawan mengungkapkan, strategi untuk menunjang sistim merit tersebut ditopang enam poin penting. Pertama, tentang pengorganisasian perenanaan ASN didasarkan pada fungsi organisasi melalui analisis jabatan dan analisis beban kerja, audit kepegawaian penyesuaian arah kebijakan nasional.

Kedua, kata dia, perekrutan berorientasi pada talenta terbaik Rekrutmen berbasis jabatan (diversifikasi tes), sertifikasi, TKD-TKB sistem komputerasiasi, orientasi-engagement untuk setiap penugasan pada jabatan baru.

Ketiga, pengembangan kapasitas  dalam mengurangi kesenjangan kompetensi dengan cara pelatihan 20 JP/tahun setiap PNS. Lalu, training need analysist (TNA), Diklat, coaching-mentoring berbasis kinerja.

Keempat, penilaian kinerja dan awardnes berkelanjutan dengan cara membentuk Tim Penilai Kinerja, performance dialogue dan merit-performance based incentives.

Kelima, promosi dan rotasi menuju PNS yang dinamis dengan cara talent mapping, succession-career planning dan rotasi nasional  sebagai perekat NKRI.

Open recruitment adalah salah satu cara sebelum mendapatkan calon terbaik di organisasi (talent management). Talent mapping perlu dibentuk melalui assessment center yang distrandarisasi oleh BKN. Kompetensi manajerial, teknikal dan sosio kultural. Sehingga setiap organisasi perlu membentuk assessor internal untuk mendapatkan talent terbaik

Dan keenam; mengapresiasi secara layak dengan perubahan sistem pensiun dan konpensasi yang memadai. Pemerintah saat ini akan mengubah sistem pensiun, yaitu PNS berkontribusi melalui iuran pasti. Sehingga tidak terlalu membebani anggaran negara.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Abdul Hamid  mengatakan, penguatan sistem merit dalam manajemen ASN dilaksanakan melalui pengelolaan ASN sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi ASN.

Untuk itu seluruh ASN didorong untuk kreatif, inovatif dan mencari terobosan baru untuk menghadapi era transformasi digital dalam manajemen ASN. ”Sehingga kita mampu mempersiapkan birokrasi yang mampu berkompetisi. Pemprov Jawa Timur mendorong pelaksanaan job fit untuk pengisian JPT di lingkungan Pemprov Jawa Timur,” jelasnya.

Dalam acara yang dihadari kurang lebih 400 orang peserta terdiri dari para Sekda dan Kepala BKD Provinsi, Kabupaten/ Kota, wilayah Maluku, Papua, Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, bangka Belitung, dan Lampung. (adv/swd/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here