Kembar Siam dari Padalarang di Tangani RSHS

22
MARIAH: Ibu dari bayi kembar siam (kiri berkerudung) memberikan keterangan kepada Jabar Ekspres ketika ditemui di kediamnya.

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Mariah, 39, dan Agus Priyanto,47, pasangan suami istri warga Pondok Padalarang Indah (PPI) Blok D2 Nomor 30 RT 3 RW 27 Desa Padalarang Kecamatan Padalarang sepertinya harus lebih bersabar menunggu kabar dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) terhadap kondisi kesehatan anaknya yang terlahir kembar siam.

Bayi tersebut terlahir dalam kondisi perut dempet perut dengan memiliki 2 kepala, 2 badan, 2 kaki, 4 tangan, 1 anus dan 1 jenis kelamin.

Saat dijumpai dikediamannya, Mariah menceritakan, saat ini anaknya sudah mendapatkan perawatan di RSHS Bandung. Sedangkan untuk kelanjutannya pihaknya sampai saat ini masih  menunggu kabar dari RSHS.

“Suami saya sekarang yang nunggu di RSHS. Katanya nunggu kabar dari tim dokter untuk tindakan selanjutnya,”jelas Mariah ketika ditemui di kediamnya kemarin (13/11).

Dirinya menuturkan, Kondisi anak saya diberi nama Ahmad Gani sebagai kakaknya. Sementara, adiknya bernama Ahmad Malik. Namun, untuk kondisi Ahmad Gani terlihat sehat. Tetapi Ahmad Malik belum bisa merespon dan tidak bersuara dari sejak lahir.

Mariah mengaku, tidak menyangka akan memiliki anak kembar siam dengan kondisi dempet di bagian perut. Sebab, sejak masa hamil, terakhir dilakukan USG di bidan terdekat pada usia kehamilan 4 bulan dan terditeksi normal.

“Terakhir diperiksa itu pada usia kehamilan 4 bulan. Selama kehamilan saya tidak merasa ngidam dan keanehan apa-apa. Tapi, ketika kemarin melahirkan tiba-tiba kembar siam dengan kondisi dempet perut,” katanya.

Selain itu, pada persalinan berlangsung pada Jumat (10/11) sekitar pukul 22.30 WIB di Bidan Nuraeni yang berlokasi tidak jauh dari kediamannya dengan proses melahirkan secara normal.

“Ketika keluar bayi kembar langsung dilakukan penanganan oleh bidan dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit,” katanya seraya menyebutkan saat ini dirinya menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT/RW setempat lantaran kartu BPJS Kesehatan masih dalam proses pembuatan.

Bayi yang memiliki berat 3,2 kilogram tersebut, merupakan anak ke-4 dan 5 dari pasangan Mariah dan Agus Priyanto. Sementara, anak ke-1 bernama Tita,19, Alan,15, serta Walin,5, dalam kondisi sehat dan normal.

“Saya juga berharap, tim dokter bisa menyelamatkan anak saya agar sehat dan normal. Saya juga akan ikhlas menerima apa yang sudah ditetapkan oleh Allah,” tutur Mariah  (drx/yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here