Jangan Sembarangan Naikan Harga!

Alasan Pedagang Klasik, Stok Berkurang atau Cuaca Buruk

36

CIANJUR – Harga sejum­lah kebutuhan pokok mulai mengalami kanaikan. Kondisi cuaca pun menjadi alasan, karena disinyalir stok barang menjadi berkurang sementara kebutuhan meningkat.

Hal itu terungkap dalam evaluasi unsur Muspida Ka­bupaten Cianjur bersama sejumlah pihak terkait harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 di Pendopo Cianjur, kemarin (13/12).

Wakil Bupati Cianjur, Her­man Suherman, mengatakan, komoditas yang naik ialah telor ayam dan daging ayam, dimana sekarang sudah be­rada di angka Rp 25 ribu per kilogram untuk telur dan Rp 33 ribu untuk daging ayam.

Lihat Juga:  Dana Riset 2018 Capai Rp 23 T

“Kenaikan ini muncul ber­dasarkan pemantauan lang­sung beberapa pihak, ter­masuk oleh jajaran Polres Cianjur beberapa hari lalu,” kata dia ke­pada wartawan usai rapat evaluasi, kemarin.

Menurutnya, meski didapati hal tersebut, belum ada solusi penetapan harga. Pasalnya, pihak peternakan berdalih kenaikan harga tersebut ter­jadi akibat produksi telor yang menurun di musim hujan ini. Begitupun daging ayam, ban­yak dalih dari para peternak.

“Alasannya klasik, pada stok dan kondisi cuaca. Sementara kebutuhan naik, apalagi den­gan momentum hari keaga­maan beberapa waktu tera­khir,” kata dia.

Namun, lanjut dia, bakal ada rapat lanjutan dimana ditetapkan standar harga di Mapolres Cianjur yang dip­impin Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi. “Rencananya besok (hari ini, red) akan ada rapat peneta­pan dan penandatanganan kesepakatan, setelah itu ada survei lagi ke lapangan dip­impin Kasatreskrim,” kata dia.

Lihat Juga:  Belajar Menulis via Online

Herman optimis, dengan terlibatnya semua Unsur Mus­pida, pengendalian harga bisa dilakukan dengan maksimal. “Kami yakin, kondisi harga di Cian­jur akan tetap nor­mal,” pungkasnya.(bay/red)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.