Jalur Selatan Mulai Ramai Pemudik

JANGAN NEKAT: Pemotor bersama istri dan kedua anaknya memaksikan diri melakukan mudik dengan tidak memperhatikan fungsi keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

 

jabarekspres.com, BANDUNG –  Arus kendaraan yang melintasi jalur selatan Jawa Barat masih mendekati hari Raya Idul Fitri sudah nampak mulai ramai

Berdasarkan pantauan sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Cibiru (Kota Bandung) hingga Cileunyi, dan Rancaekek (Kabupaten Bandung), laju kendaraan terlihat ramai lancar meski tidak terjadi kemacetan.

Sementara dikawasan Bundaran Cibiru, Kota Bandung yang merupakan titik pertemuan antara Jalan Soekarno-Hatta dengan Jalan Abdul Haris Nasution kemacetan terjadi sampai menuju Cileunyi dan Rancaekek.

Sedangkan untuk, kendaraan pemudik sudah mulai terlihat. kendaraan pribadi roda empat dan roda dua dari arah Cimahi menuju Cileunyi tampak mendominasi dibanding kendaraan yang menuju arah sebaliknya.

Dilihat dari pelat nomor, banyak kendaraan dari luar Bandung yang melintas ke arah timur tersebut. Tumpukan barang pun terlihat jelas terutama pada mobil-mobil pribadi.

Ditemui dilapangan Kepala Satuan Lalu lintas Polres Bandung AKP Dony Wicaksono, arus lalu lintas di Cileunyi dan Rancaekek masih ramai lancar. Meski terjadi peningkatan jumlah, hal ini belum mengakibatkan kemacetan yang berarti.

“Kalau ada singgungan di jalan arteri dan jalan lingkungan, itu biasa, karena orang kan pada ngabuburit,” ujarnya

Personil  akan ditempatkan diberbagai persimpangan jalan untuk mengatur keluar masuk kendaraan.

Selain itu, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan akan melakukan seterilsasi jalur untuk mengantisipasi terjadinya pasar tumpah

“Kami akan menyiagakan petugas untuk menertibkan pasar-pasar tumpah, terutama yang di depan Kahatex,” kata Dony.

Terpisah, Deputy General Manager Traffic Management Jalan Tol Purbaleunyi Andri Koestiawan mengatakan, belum terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpunnya pada Minggu (18/6) pukul 06.00-12.00, jumlah kendaraan yang keluar Gerbang Tol Cileunyi mencapai 16.274. Sedangkan kendaraan yang masuk dari pintu tol tersebut sebanyak 8.670.

Menurutnya, ini masih tergolong normal karena jumlahnya sama dengan hari-hari biasa. “Kalau biasanya yang keluar Tol Cileunyi sekitar 35.000 setiap harinya,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah untuk mengantisipasi kepadatan di Gerbang Tol Cileunyi. “Salah satunya dengan membuka gardu tol di KM 149. Nanti dari situ diarahkan ke Gedebage (bagi yang akan menuju Cileunyi dan Sumedang) dan Sapan (bagi yang akan menuju Tasikmalaya dan Garut),” katanya.

Terpisah, Staf Khusus Kementerian Perhubungan, Buyung Lalana, mengatakan, pada musim mudik Lebaran 2017 diprediksi terjadi lonjakan kendaraan pemudik sebesar 14% dibanding tahun sebelumnya.

Untuk menekan jumlah kendaraan pemudik terutama sepeda motor, Kementerian Perhubungan menyiapkan angkutan gratis bagi sepeda motor pemudik.

Kendaraan roda dua tersebut akan diangkut menuju Semarang dan Surabaya dengan menggunakan truk dan kapal. “Ini gratis. Motor pemudik bisa dititipkan di truk dan kapal khusus pengangkut,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, seluruh pihak terkait terus berupaya untuk mencegah kemacetan. Salah satunya dengan menambah gardu keluar di Gerbang Tol Brebes.

Dirinya menambahkan, tambahan 10 gardu keluar di tol yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur ini. Selain itu, menurutnya akan diberlakukan buka tutup di ruas Jalan Tol Palimanan, Cirebon.

“Kalau di Brebes ada kemacetan yang luar biasa, pintu masuk Tol Palimanan akan ditutup,” katanya seraya menyebut pihaknya akan menyiagakan seluruh petugasnya untuk berjaga di lapangan. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here