Jawa Barat Dorong Kontribusi Peningkatan Ekonomi Nasional

8
DiKebUt: Gubernur jawa Barat ahmad Heryawan meninjau perbaikan jembatan Cisomang di Km 99 tol Cipularang Kabupaten Bandung Barat, sabtu 24 desember 2016.

Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 47.379.389 jiwa, serta memiliki potensi pariwisata dan budaya yang sangat kaya. Memasuki 2017, Provinsi Jawa Barat kembali melanjutkan berbagai pembangunan infrastruktur yang bisa menjadi pendorong ekonomi


KONTRIBUSI Jawa Barat terhadap perekonomian nasional sangat besar, mencapai 14,33 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, dan menyum-bang 60 persen PDB sektor industri manufaktur. Dari sisi investasi, Jawa Barat menyumbang 34,46 persen penanaman modal asing (PMA) nasional.

sinerGi: Gubernur jawa Barat ahmad Heryawan mendampingi kunjungan kerja presiden ri jokowi dodo saat meninjau Waduk jatigede.
sinerGi: Gubernur jawa Barat ahmad Heryawan mendampingi kunjungan kerja presiden ri jokowi dodo saat meninjau Waduk jatigede.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomit-men terus membangun infrastruktur sebagai aspek penting untuk meng-gerakkan ekonomi daerah. Apalagi Jawa Barat memiliki visi ingin menjadi provinsi termaju di Indo-nesia pada 2025. Terdapat tujuh bidang unggulan yang menjadi sasaran.

Pertama, penyelenggaraan pemerintahan yang bermutu, akunta-bel, dan berbasis ilmu pengetahuan. Kedua, masyarakat cerdas dan berdaya saing tinggi. Ketiga, pengelolaan perta-nian dan kelautan yang baik. Keempat, energi baru dan terbarukan serta pengelolaan sumber daya air.

Kelima, industri manufaktur, industri jasa, dan industri kreatif. Keenam, in-frastruktur yang andal serta pengelolaan lingkungan hidup yang berimbang untuk pembangunan yang berkelanjutan. Ketujuh, pengembangan budaya lokal dan menjadi destinasi wisata dunia.

”Pembangunan pelabuhan, kereta cepat, tol, dan waduk itu sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan serta mempercepat pergerakan ekonomi karena Jabar merupakan penyangga ibu kota dengan jumlah penduduk yang besar,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Pembangunan infrastruktur yang mulai dijalankan Pemprov Jawa Barat pada 2017, antara lain, jaringan jalan nasional sepanjang 1.789.200 km, jalan provinsi 2.360.580 km, dan jalan kabupaten kota 32.438.659 km. Selain itu, sedang dike-but pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka yang ditargetkan beroperasi pada 2019.

Juga akan dibangun tiga ruas tol baru. Yakni, yang menghubungkan Cipali—Bandara Kertajati Maja-lengka, Cipali—Pelabuhan Patimban Subang, dan tol menuju kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi atau Jago-ratu (Jakarta— Bogor—Palabuhan Ratu). ”Ini rencana ke depan untuk menghemat waktu tempuh,” tegasnya.

Pemprov Jawa Barat juga serius membangun serta memperbaiki 600 jembatan yang telah ada di berbagai titik. Proyek itu menggunakan dana APBD Rp 25 miliar.

Tahun ini Pemprov Jawa Barat siap menggelontorkan total belanja Rp 1,2 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran itu lebih tinggi jika dibanding-kan dengan 2016 sebesar Rp 986 miliar. ”Kami berkomit-men akan terus memberikan pelayanan dalam percepatan pergerakan ekonomi,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. (tih/c6/wir)

Bidang Kebinamargaan

(pemeliharaan jalan, rehabili-tasi jalan, drainase, perbaikan badan jalan, pemeliharaan dan rehabilitasi jembatan, pembe-basan tanah dll)
Anggaran: Rp 792.133.705.398

Bidang Jasa Konstruksi

(Pelatihan sertifikasi tukang, bimbingan teknis jasa kon-struksi, monitoring dan evalu-asi proyek, pembangunan gedung pusat budaya dll)
Anggaran: Rp 418.869.188.500

Bidang Penataan Ruang

Review rancangan naskah Raperda RTR KSP BIJB dan Kertajati Aerocity, audit tata ruang KSP Kawasan Bandung Utara, penyelenggaraan BKPRD Provinsi Jawa Barat dll)
Anggaran: Rp 4.261.279.800Bidang

TOTAL BELANJA: Rp 1.231.291.824.198

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here