Hindari Dinasti Politik, Atalia Komitmen Tak Ingin Maju di Pilwakot 2018

2
MENGISNPIRASI: Ketua TP PKK Kota Bandung Atalia Praratya Kamil (paling kiri) saat menjadi narasumber Talkshow Pengingatan Hari Kartini di Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan BKR, belum lama ini.

jabarekspres.com, BOJONGLOA – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Atalia Praratya Kamil mengaku kaget saat namanya disebut lembaga survei Indonesia Strategic Institute (Instrat) sebagai tiga terpopuler dalam pemilihan wali Kota Bandung tahun depan. Namun demikian, Atalia dengan tegas menyatakan, tidak akan maju di pesta demokrasi tersebut.

”Setelah dapat informasi itu (survei Instrat), dan teman teman wartawan yang datang, lalu Kang Emil bilang, saya kaget. Namun, saya juga senang karena menunjukan yang saya lakukan ada di hati masyarakat,” ujar Atalia kepada Bandung Ekspres usai mengisi Talkshow Hari Kartini di Padepokan Mayang Sunda, jalan BKR Lingkar Selatan, Kota Bandung, kemarin (19/4).

Atalia mengatakan, dirinya sudah memiliki komitmen dengan suaminya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, hanya akan menjadi penyeimbang. ”Saya tidak ingin ada dua matahari (suami istri menjadi pemimpin, red) dalam kehidupan kami,” tegas Atalia.

Dia mengaku, dukungan untuk maju di pilwakot Bandung memang cukup besar. Namun demikian, sejauh ini, dirinya tidak tertarik masuk politik.

Menurutnya, sebelum Ridwan Kamil maju di Pilwalkot 2013 lalu, sudah ada kesepakatan tidak aka nada dinasti politik.

Dirinya menilai, munculnya nama dia di lembaga survei Instrat lantaran sering berhadap dengan publik. ”Saya sama sibuknya dengan Kang Emil. Agenda saya padat, tiap hari bertemu dengan warga,” ujar dia.

”Kang Emil kuat karena berdua dengan saya. Kami saling mendukung satu sama lain. Baik di pemerintahan maupun di rumah. Jadi jika dua-duanya muncul, siapa yang akan mengurus keluarga?” ujar dia.

Dirinya mengungkapkan, orang lain munkin tak paham tekanan politik. Menurut dia, tapi ketika saling menguatkan, semua akan teratasi.

”Jadi jika suatu saat nanti Kang Emil tidak menjabat apa apa, saya tidak akan maju di politik. Namun jika tenaga saya diperlukan, saya akan berkarya di bidang yang lain,” ujar Atalia.

Atalia mengatakan, alasan lain menolak tawaran politik, karena sebagai seorang ibu, dirinya juga harus mengurus anak. Sebab, suatu saat nanti dirinya akan ditanya pertanggungjawaban sebagai seorang istri. (fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here