Hebohnya Minikonser Akon untuk Suku Anak Dalam dan Komunitas Adat Terpencil

5
IMAMHUSEIN//JAWAPOS
BEREBUT SELFIE: Rapper berdarah Sinegal-Amerika Serikat Akon dimintai berfoto besama para fans usai konser mini, kemarin.

Bawa Misi Terangi Rumah Warga di Hutan

Kehadiran Akon dalam minikonser di Jakarta kemarin (8/3) menghebohkan para penggemarnya. Konser itu didedikasikan penyanyi RnB dan hip hop tersebut untuk masyarakat Suku Anak Dalam dan Komunitas Adat Terpencil di Indonesia. Khususnya terkait dengan akses listrik yang menerangi wilayah mereka.

ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta

Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial (Kemensos), Salemba, kemarin tampak penuh sesak. Mereka adalah fans penyanyi Akon yang ingin bertemu langsung sang idola. Saking penuhnya, penggemar sampai meluber hingga di luar gedung.

Hawa panas di dalam gedung tak menyurutkan mereka untuk bertemu penyanyi kelahiran Senegal itu. Mereka rela berdesak-desakan agar bisa menempati posisi paling dekat dengan panggung.

Sekitar pukul 15.00, Akon tiba di kompleks Kemensos. Dia disambut langsung oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo; serta Founder Yayasan Dwiyuna Jaya Dwi Putranto Sulaksono. Akon didampingi tim Akon lighting.

Begitu Akon berjalan menuju gedung konser, keriuhan penonton yang berkumpul sejak beberapa jam sebelumnya langsung pecah. Tanpa komando, mereka sontak meneriakkan nama Akon sambil merangsek mengambil gambar dengan kamera ponsel. Sambutan hangat tersebut langsung ditanggapi dengan senyum dan lambaian tangan pria yang memiliki nama lengkap Aliaune Damala Bouga Time Bongo Puru Nacka Lu Lu Lu Badara Akon Thiam itu.

Akon datang untuk memberikan bantuan electricity bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) dan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Indonesia. Menggandeng Yayasan Dwiyuna Jaya, Kemensos, dan Kemendes, Akon bermaksud membantu SAD dan KAT untuk mendapat penerangan. Ditargetkan, ada 500 hunian SAD yang akan mendapat penerangan listrik dalam tiga bulan mendatang. Bantuan itu disepakati dalam MoU antara Akon dan Yayasan Dwiyuna Jaya.

Begitu acara seremoni selesai, para penggemar musisi kelas dunia itu langsung mendapat suguhan suara emas sang superstar. Akon dipanggil ke atas panggung untuk menyanyikan beberapa lagu andalannya. Namun, sebelum itu, dia sempat digoda MC Utami Dewi untuk berbicara pelan, tidak seperti ketika dia melantunkan lagu-lagu rapnya yang cenderung cepat.

Permintaan tersebut langsung ditanggapi dengan senyum lebar oleh pria yang telah berkarir di dunia musik selama 21 tahun itu. ’’Ooh, okay. Sure,’’ ujarnya, kemudian tertawa.

Sebelum mulai bernyanyi, Akon sempat bertanya kepada para penonton tentang judul lagu yang harus dinyanyikannya. Maka terdengarlah suara bersahut-sahutan yang menyebut beberapa judul lagu top penyanyi 43 tahun itu. Di antaranya, Lonely, Right Now (Na Na Na), dan Don’t Matter.

’’Bagaimana dengan Lonely? Eh, tapi apakah lagu itu menggambarkan kamu yang sedang sendiri?’’ kata MC Utami Dewi menggoda.

Mendengar pertanyaan tersebut, Akon langsung menggeleng. Dia mengungkapkan bahwa dirinya kini tak sendiri lagi. ’’Sebab, saya sedang bersama kalian semua,’’ ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan dan teriakan penonton.

Sambil mengarahkan mik ke penonton, Akon yang mengenakan baju serbaputih menikmati dialog dengan para penggemarnya. ’’Lonely… Im Mr lonely… I have nobody. For my owwnnn…’’ Terdengarlah suara merdu Akon yang disambut kor para penonton.

Lagu Lonely yang dirilis pada 2004 sempat membawa Akon masuk dalam nominasi penghargaan musik NRJ (Nouvelle Radio des Jeunes, Prancis) untuk International Song of the Year. Akon sudah mengantongi 36 penghargaan internasional dan masuk dalam 95 nominasi penghargaan musik bergengsi. Salah satunya, pada 2007, dia berhasil menyabet gelar Artist of the Year dalam ajang Billboard Music Awards.

Setelah lagu Lonely, Akon mengajak penggemar maju ke panggung. Dia ingin berduet. Seorang fans mengaku hafal lagu-lagu Akon. Maka meluncurlah lagu Smack That. Keduanya tampak kompak bernyanyi, bahkan saat nge-rap.

Menariknya, nada-nada tinggi dan cepat pun tak terlewatkan oleh keduanya dengan apik. Akon sampai tercengang melihat penampilan penggemar beratnya tersebut.

Akon menutup konser mini itu dengan mengucapkan salam sebagai seorang muslim. Dan begitu acara ditutup, puluhan penggemar langsung merangsek ke Akon untuk mengajak berfoto bareng, meminta tanda tangan, dan bersalaman dengan penyanyi yang juga pernah tampil dalam film American Heist, Black November, serta Ghostride the Whip itu.

Mensos Khofifah mengungkapkan, kehadiran Akon ke Indonesia membawa misi mulia. Akon bermaksud membantu warga SAD dan KAT untuk mendapat akses penerangan (listrik). Karena itu, kehadirannya harus mendapat apresiasi.

Khofifah menjelaskan, wilayah tempat tinggal masyarakat SAD dan KAT selama ini memiliki akses yang sangat terbatas. Selain tidak ada listrik, jalan menuju tempat mereka bermukim sangat sulit. Umumnya masih jalan setapak yang terjal, berbatu, dan berlumpur serta keluar masuk hutan.

’’Kalau PLN harus narik kabel sampai ke wilayah mereka, berapa investasi yang harus dikeluarkan? Belum lagi biaya yang harus dibayar penduduk setiap bulan. Sudah pasti ongkosnya besar,’’ ungkapnya.

Belum lagi jika mereka tidak membayar beberapa bulan, tentu aliran listriknya akan diputus. Karena itu, bantuan listrik tenaga surya dari Akon menjadi solusi efektif bagi SAD dan KAT.

Melalui program itu, lanjut Khofifah, hunian tetap masyarakat SAD dan KAT akan dialiri listrik 300 volt ampere. Alat yang dipasang di setiap rumah mampu bertahan sepuluh tahun. Warga pun tidak akan terbebani biaya setiap bulan.

”Harapannya, dalam kurun sepuluh tahun ke depan, mereka (SAD dan KAT) telah lebih sejahtera dan memperoleh akses yang lebih luas,” tuturnya.

Sementara itu, founder Yayasan Dwiyuna Jaya Dwi Putranto Sulaksono menyatakan, langkah mulia Akon merupakan perwujudan dari pelaksanaan sila kelima Pancasila. Yaitu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ”Di mana pun berada, mereka mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam mendapatkan fasilitas ketersediaan listrik bagi kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Akon pun menyebut Indonesia sebagai pilot project untuk program Akon Lighting Asia. Dia menyebut misinya itu semata-mata atas dasar kemanusiaan bahwa membantu sesama merupakan kewajiban. ”Saya berharap bukan hanya Afrika yang perlu mendapatkan penerangan, tapi juga di negara-negara Asia seperti Indonesia. Sebagai umat manusia, kita harus saling membantu,” tuturnya.

Sebelumnya (pada 2014) Akon menggalakkan Akon Lighting Afrika bersama dua rekannya, Thione Niang  dan Samba Thily. Aksi kemanusiaan itu bermula dari cerita dua rekannya yang tumbuh di Kaolack, Senegal, sebuah kota tanpa listrik. Masa kecil dan pengalaman pribadi mereka menjalani hidup di kota tanpa penerangan tersebut membuat Akon dan dua temannya itu berkomitmen untuk membantu menerangi warga Afrika yang masih diliputi kegelapan.

’’Saat masih muda, saya harus belajar hanya dengan lilin. Itu pun lilin satu untuk menerangi satu rumah. Saya ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami hal tersebut,” ujar Thione Niang dalam pernyataannya di laman Akon lightning Afrika. (*/c5/c10/ari/rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here