Gonzales membuat PBFC tak Berkutik

13

bandungekspres.co.id, BOGOR – Menuai hasil skor gemilang dengan kedudukan 5-1 untuk Arema FC pada final Piala presiden 2017 membuat kubu Singo Edan bereforia atas kemenangan tersebut.

Dalam laga ini, Arema membuka skor melalui Hanif Sjahbandi pada menit ke-30. Kemudian menggandakan keunggulan melalui gol bunuh diri Michael Orah yang tadinya berusaha ingin mengamankan bola dengan mengoper ke Kiper PBFC bola malah meluncur deras ketiang jauh gawang dengan terlebih dahulu menyentuh kaki Kiper sehingga sulit diantisipasi.

Pada partai puncak tersebut Cristian Gonzales berhasil mencetak hattrick pada menit ke- 43,53, dan 63. Sementara itu, satu-satunya gol PBFC dicetak oleh Firly Apriansyah pada menit ke-68.

Kekalahan Pesut Etam ini di luar dugaan karena mereka sebelumnya terlihat begitu meyakinkan dalam pertahanan sampai babak semifinal. Namun, dua kesalahan fatal pemain belakang mereka, membuat Arema berhasil memanfaatkan.

Petaka bagi PBFC bermula pada menit ke-26, saat Kunihiro Yamashita, bek asal Jepang mereka digantikan karena cedera pangkal paha kanan menjadikan benteng pertahanan rapuh.

Masuknya Firly Apriansyah tidak bisa menjadi pengganti sepadan bek asal negeri sakura tersebut bahkan firly menjadi titik lemah pertahanan Borneo.

Gol pertama Arema terjadi, setelah sepakan corner kick diambil Felipe Bertoldo disepak oleh Vizcarra. Sempat terjadi kemelut sebelum bola jatuh di kaki Hanif Sjahbandi dan langsung disepak menjadi gol pada menit ke-30.

Skor tersebut membuat PBFC panas dan mencoba membalas. Tapi, bukan gol, mereka justru kebobolan sehingga membuat mental pemain PBFC jeblok.

Ditekan oleh Vizcarra, dia melakukan backpass ke kiper Wawan Hendrawan‎.Kontrol yang kurang pas membuat bola lepas dan meluncur deras ke gawang sendiri pada menit ke-39.

Gol ketiga pun terjadi karena proses kesalahan lini belakang Pesut Etam. Bola crossing dari kanan coba dikontrol dengan dada Dirkir Khon Glay.

Sayang saat akan menyapunya dia kalah cepat dengan Gonzales yang langsung mencuri bola dan sekali kontrol dia berhasil menggetarkan jala Wawan pada menit ke-43.

Skor 3-0 untuk Arema itu bertahan sampai peluit babak pertama dibunyikan.

Pada babak kedua, Arema yang sudah di atas angin berhasil tampil sangat lepas. Hasilnya, dua gol tambahan berhasil dibukukan oleh pemain tertua di Indonesia, Cristian Gonzales pada menit ke‎-53 dan 63.

Meskipun tertinggal sangat jauh PBFC belum menyerah. Mereka berusaha mengejar ketertinggalan.

Usaha tersebut terbayar dengan satu gol Firly Apriansyah setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Singo Edan.

Sampai laga usai, skor tak berubah dan kemenangan pun menjadi milik Arema FC dengan 5-1 dan menyadang predikat sebagai juara pada piala presiden 2018

Atas hattrick tersebut Cristian Gonzales meraih predikat sebagai top skor Piala Presiden 2017. Hadiah sebesar Rp 100 juta dipastikan dikantongi Gonzales dengan koleksi delapan gol menjadikan dirinya bomber tersebur diawal pemanasan menuju liga utama.

Sementara itu, gelar pemain terbaik Piala Presiden 2017 ini digondol oleh rekan satu tim Gonzales, Adam Alis Setyano.

Adam Alis memang tampil sangat konsisten sepanjang gelaran Piala Presiden 2017. Mantan pemain Persija Jakarta ini juga turut menyumbangkan satu gol yang dicetak pada laga delapan besar melawan Sriwijaya FC.

Namun, kontribusi besar pemain berusia 23 tahun ini adalah membuat solidnya lini tengah Arema FC. Adam Alis mampu bermain di hampir semua posisi yang diinginkan oleh pelatih Aji Santoso di lini tengah Arema FC. (bbs/jpg/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here