Gandeng Investor untuk Penataan Wisata

0
curug malela

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Tahun 2017, Pemkab Bandung Barat fokus akan menggandeng pihak ketiga atau swasta untuk mengembangkan objek wisata yang kini dikelola pemerintah daerah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Sri Dustirawati di Ngamprah belum lama ini.

Menurut dia, 3 objek wisata yang dikelola Pemkab yakni Curug Malela, Situ Ciburuy, dan Guha Pawon masih minim pengunjung. Pendapatan asli daerah (PAD) dari ketiga objek wisata itu juga hanya sekitar Rp 200 juta per tahun. “Penataan ini tentu harus melibatkan pihak ketiga agar pengelolannya dapat berkembang. Karena kalau menggunakan anggaran pemerintah sangat terbatas,” ujarnya.

Sri juga meminta agar masyarakat mendukung pengembangan ketiga objek wisata tersebut. Sebab jika objek wisata sudah berkembang, perekonomian masyarakat juga akan lebih baik lagi. Sejauh ini, lanjut dia, baru Situ Ciburuy yang dilirik oleh investor. Namun, investor tersebut tidak menindaklanjutinya. “Ada beberapa kendala, di antaranya belum mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat,” katanya.

Sri menambahkan, di antara ketiga objek wisata yang dikelola Pemkab Bandung Barat, infrastruktur menuju Curug Malela di Kecamatan Rongga paling sering dikeluhkan. Selain berjarak jauh dari ibu kota kabupaten di Ngamprah, objek wisata tersebut juga cukup sulit ditempuh lantaran akses jalan masih banyak yang rusak. “Perbaikan infrastruktur ini juga menjadi perhatian kami. Sebab, hal ini menunjang akses masyarakat menuju objek wisata,” tuturnya.

Hal itu menjadi salah satu penyebab minimnya pengunjung ketiga objek wisata yang dikelola Pemkab. Sepanjang 2016 tercatat sebanyak 15.940 pengunjung, terdiri atas 7.300 pengunjung Situ Ciburuy, 6.840 pengunjung Guha Pawon, dan 1.800 pengunjung Curug Malela. Sementara tahun 2015, tercatat `16.849 pengungjung, terdiri atas 6.879 pengunjung Situ Ciburuy, 6.970 pengunjung Guha Pawon, dan 3.000 pengunjung Curug Malela.

Objek wisata yang dikelola Pemkab masih kalah pamor dibandingkan dengan beberapa objek wisata yang dikelola swasta, seperti Tangkubanparahu, Farmhouse Susu Lembang, Floating Market, dan The Lodge. Secara keseluruhan, tingkat kunjungan ke semua objek wisata di KBB sepanjang 2016, yaitu sekitar 1,8 juta orang.

Meski demikian, menurut Sri, sasaran utama keberadaan objek wisata yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata tersebut. “Memang dalam pengelolaan objek wisata milik kami ini bukan hanya soal PAD. Tapi, kami juga memikiran dampak sosial yang bakal dirasakan oleh masyarakat sekitar. Agar ke depan roda perekonomian juga bakal terus berkembang bagi masyarakat sekitar,” tandasnya. (drx/bun)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here