Emil Masih Diharapkan Pimpin Kota Bandung

2
Survei Persepsi Warga
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/JABAR EKSPRES
PAPARKAN SURVEI: Indonesia Strategic Institute (Instrat) memaparkan hasil survei persepsi warga Kota Bandung terkait masalah dan suksesi kepemimpinan Kota Bandung tahun 2018

jabarekspres.com, CIBEUNYING KALER – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil masih diharapkan memimpin Kota Bandung untuk periode 2018-2022. Lembaga Survei Indonesia Strategic Institute (Instrat) merilis, kelayakan Ridwan Kamil maju kembali di pemilihan wali kota (Pilwakot) Bandung mencapai 96,55 persen.

Instrat menilai, opini publik terhadap kinerja pasangan Ridwan Kamil dan Oded M Danial dalam memimpin Kota Bandung sepanjang empat tahun ini sangat memuaskan. Berdasarkan hasil surveinya, kepuasan public terhadap kinerja Emil –sapaan Ridwan Kamil- mencapai 72 persen. Emil dinilai berhasil membawa banyak perubahan.

Analis Senior Instrat Adi Nugroho mengatakan, kepuasan publik tertinggi berada pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan Kota Bandung.

Adi menuturkan, kepuasan publik berujung terhadap popularitas Emil pada pilwakot Bandung 2018 mendatang. Popularitas dan elektabilitas Emil masih mendominasi dengan persentase mencapai 85. Sementara di bawahnya, menyusul Oded 83,2 persen, Atalia Praratya Kamil 72 persen, dan M. Farhan  55,8 persen.

”Oded berada di posisi kedua karena petahana. Sementara Atalia adalah istri dari Ridwan Kamil.  Farhan sosoknya cukup dikenal sebagai artis,” kata Adi di Hotel Mitra kemarin (17/4).

Adi mengungkapkan, seiring dengan rencana Emil maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat, ekspektasi publik terhadap bakal calon pemimpin Kota Bandung menjadi sangat tinggi. Bahkan, menurutnya, sosok yang muncul harus seperti Emil atau berlatar belakang sama.

Maka itu, keinginan publik adalah wali kota mendatang berasal dari kalangan profesional sebesar 28,2 persen, dan akademisi sebesar 18,2 persen.

”Minimal calon yang akan maju pada Pilkada Kota Bandung harus memiliki latar belakang yang sama seperti Emil,” tegasnya.

Lebih lanjut Adi memaparkan, hasil survei persepsi ini berdasarkan pengumpulan data berbasis wawancara terstruktur face to face terhadap responden berusia 17 tahun ke atas. Pihaknya melakukan survey pada rentang waktu 21-24 Maret 2017 dengan menggunakan sistem multiple random sampling yang meliputi 151 kelurahan dan 30 kecamatan di Kota Bandung. Jumlah responden 500 orang, dengan margin of error sekitar 4 persen.

”Bahkan sampai saat ini, banyak yang berharap agar Emil tetap melanjutkan memimpin Kota Bandung,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Pengamat Politik Unpar Asep Warlan mengatakan, ’Ridwan Kamil Efek’ masih mempengaruhi peta Pilkada Kota Bandung 2018. Sosok arsitek lulusan ITB tersebut menjadi acuan atau rujukan warga dan menjadi beban parpol saat ini untuk mengusung calonnya.

”Ini menjadi beban partai karena segala sesuatunya dipublikasikan bahwa Kang Emil yang unggul. Keunggulan Kang Emil ini jadi penghalang karena yang lain minder. Menurut saya ini berbahaya, tidak sehat,” ujar Asep.

Padahal lanjut Asep, parpol sudah punya takaran seperti apa kriteria yang diinginkan warga Bandung. Sehingga seharusnya parpol melakukan jemput bola untuk mencari sosok yang diinginkan warga Bandung.

”Yang harus dilakukan jemput bola. Datanglah ke masyarakat, ormas, tokoh-tokoh lain. Warga kalau ekspektasinya tinggi wajar, bukan salah Kang Emil juga. Misalnya cari yang jujur, pintar, agamanya kuat, itu sebenarnya sudah ada takarannya, tinggal mencari,” terang Asep.

Sehingga, lanjut Asep jangan sampai sosok-sosok baru yang juga berpotensi tertutup oleh ’Ridwan Kamil Efek’ tersebut. ”Masih banyak yang bisa ditawarkan kepada publik,” tandasnya. (dn/bbs/fik)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here