Emil Ditenggat Hingga Natal

Harus Segera Putuskan Wakil Jelang Pendaftaran

40
Ridwan Kamil
TEMUI MASYARAKAT: Ridwan Kamil (tengah) saat mengunjungi warga di Cirebon, beberapa waktu lalu.

jabarekspres.com, BANDUNG – Bakat calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum teguh menentukan pendamping untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Sementara dorongan dari koalisi untuk segera menentukan wakil hingga kini belum juga surut.

Seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ingin Emil bersanding dengan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum. Begitu pun Partai Golkar yang langsung menyodorkan nama Daniel Muttaqqien. Begitu pun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tak mau kalah usulkan nama. PKB mengusulkan dua: Syaiful Huda dan Maman Imanulhaq.

Tidak Adanya kejelasan mengenai calon pendamping Emil di pilgub Jabar 2018, lantas membuat Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) geram. Sehingga Romi mengingatkan, agar pria yang akrab disapa Kang Emil itu berpegang teguh kepada apa yang telah dijanjikan sebelum terbitnya Surat Keputusan (SK) rekomendasi dukungan yang kepadanya pada 24 Oktober lalu.

”Saya ingatkan, salah satu poin yang dijanjikan yakni terkait langkah Emil untuk menggandeng kader PPP menjadi pendampingnya di Pilgub Jabar,” ungkap Romy di Hotel Golden Flower, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, kemarin (5/12).

Dia mengatakan, SK rekomendasi tersebut diberikan kepada Emil pada awal Ramadan lalu. Menurut hasil survei selama beberapa kali, kata dia, masyarakat Jabar ada empat pilihan.

Pertama, kata dia, figur antara teknokrat dengan ulama atau santri. Yang kedua adalah teknokrat dengan birokrasi, yang ketiga teknokrat dengan akademisi dan yang terakhir teknokrat dengan politisi.

”Nah karena itu figur yang kita tonjolkan alumni pesantren dan memiliki basis jaringan konkret dan kuat di Jabar dulu kita sodorkan dua nama yakni Kang Asep dan Kang Uu,” ujar Romi.

Romi menilai, Emil saat ini kebingungan dalam menentukan wakilnya untuk memenangkan Pilgub Jabar mendatang. Sebab, Emil dipandang terlalu banyak mengumbar janji kepada partai politik. Padahal, ini adalah waktu yang paling tepat bagi Emil untuk menentukan siapa pendampingnya, mengingat waktu pendaftaran yang semakin dekat.

”Itu karena ketidaktegasan Kang Emil dalam mengelola siapa yang akan menjadi pasangan calonnya untuk wagub,” ujar Romi.

Romi menyayangkan perubahan yang mengejutkan setelah Emil mendapatkan dukungan dari sejumlah parpol. Pada saat awal penjajakan bersama PPP, terang Romi Emil telah menyampaikan keinginan untuk bersinergi bersama PPP dengan menggandeng salah satu kadernya sebagai calon wakil gubernur.

”Namun rupanya, Emil menjanjikan hal yang sama kepada semua partai politik untuk mendapatkan dukungan,” terang Romi.

”Politik itu seni kemungkinan. Politik itu tidak pernah ada satu opsi, selalu ada banyak opsi. Oleh karena itu kami juga akan memikirkan kembali kalau memang apa yang disepakati tidak berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama,” sambungnya.

Namun demikian, Romi pun berharap agar Emil tetap konsisten dengan pilihan politik yang dari awal dia sampaikan kepada PPP. Apalagi penyampaiannya dilakukan di depan forum partai di tingkat DPP.

Romi pun memberikan tenggat waktu kepada Emil untuk segera menentukan pendampingnya sebelum 25 Desember 2017. Hal ini mengingat waktu pendaftaran yang semakin dekat.

”Pendaftaran kan tanggal 8 Januari (2018) ya. Jadi Saya berharap sebelum tanggal 25 Desember. Sebab, tanggal 25 biasanya mengiringi hari Natal itu diikuti dengan libur panjang. Jadi sebelum tanggal 25 harus ada keputusan itu (penentuan wakil, Red). Dan tentu saya berharap ini dikomunikasikan dengan baik agar tidak mengubah secara dratis konstelasi yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, tujuh bulan menjelang pemilihan gubernur Jawa Barat, mayoritas warga Jabar belum bisa menentukan pilihan hatinya. Fakta itu bisa menjadi garansi jika pilgub di tanah Sunda tersebut akan kembali berjalan dinamis.

Merujuk survei Poltracking yang dirilis Selasa (5/12), baru 29,9 persen pemilih yang sudah memantapkan pilihannya. Sisanya, 47,0 persen, masih bisa berubah dan 23,1 persen lainnya memilih belum bisa menjawab. ’’Dengan data ini, semua peluang calon masih sangat terbuka,’’ kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha di kawasan Thamrin, Jakarta.

Hanta menambahkan, mayoritas warga Jabar baru menentukan pilihan setelah ada penetapan resmi dari penyelenggara dan pada masa kampanye. Namun, banyak juga yang menunggu sampai mendekati hari pemungutan. ’’Ada juga 15 persen pemilih yang akan menentukan pada hari H,’’ tambahnya.

Berdasar data pemilih yang sudah menentukan pilihan, nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (RK) masih berada di posisi teratas dengan 24,2 persen. Dia unggul jauh dari Deddy Mizwar sebagai pesaing utamanya di angka 7,1 persen. Sementara itu, Dedi Mulyadi menguntit dengan 4,3 persen.

Untuk posisi calon wakil gubernur, nama Dede Yusuf, AA Gym, serta Desy Ratnasari masih berada di puncak hasil survei. Menyusul setelahnya politikus Golkar Daniel Mutaqien dan kader PPP Uu Ruzhanul Ulum.

Wasekjen Partai Golkar T.B. Ace Hasan Syadily mengakui, karakter pemilu di Jabar memang paling dinamis dan bisa berubah-ubah. Dia mencontohkan saat pilgub 2008 dan 2013, Gubernur terpilih Ahmad Heriawan bukan nama yang dominan di dalam banyak survei. ’’Pada 2008 Agum Gumelar yang disebut-sebut, tapi Aher tiba-tiba menyodok. Lalu, 2013 Dede Yusuf dinilai bisa mengalahkan, tapi Aher lagi yang jadi,’’ katanya.

Karena itu, meski elektabilitas RK yang dijagokan Golkar masih tinggi, pihaknya tetap dalam posisi waspada. ’’Masih banyak yang tidak kuat suaranya. Ada juga yang belum memilih,’’ tuturnya.

Di bagian lain, Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, pihaknya masih belum menentukan pilihan. Dia menunggu sikap Golkar setelah munaslub dan pilihan politik PDIP. Menurut dia, sikap dua partai besar itu sangat krusial dan bisa mengubah peta yang ada. ’’Ketum Golkar yang baru bisa saja mengubah arah dukungan,’’ tuturnya.

Namun, Ferry melanjutkan bahwa potensi membuka poros baru juga sangat besar. Bahkan, saat ini Gerindra sudah menyiapkan namanya. ’’Dari kader kami,’’ ucapnya memberikan isyarat. (pan/far/c15/fat/rie)

Survei Pemilih Pilkada Jabar

Elektabilitas Cagub Tertinggi
Ridwan Kamil : 24,2 persen
Deddy Mizwar : 7,1 persen
Dedi Mulyadi : 4,3 persen
Dede Yusuf : 1,4 persen
Uu Ruzhanul Ulum : 1,3 persen

Elektabilitas Cawagub Tertinggi
Dede Yusuf : 25,7 persen
Abdullah Gymnastiar : 19,8 persen
Desy Ratnasari : 9,3 persen
Daniel Muttaqien : 4,9 persen
Uu Ruzhanul Ulum : 3,8 persen
Sumber: Poltracking

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here