Emil Coba Lobi SBY

Untuk Memuluskan Dukungan di Pilgub Jabar 2018

jabarekspres.com, BANDUNG – Ridwan Kamil terus melakukan komunikasi politik, termasuk ke Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu dilakukan untuk mendapatkan minimal dukungan 20 kursi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

Ridwan Kamil mengaku, rencana pertemuan tersebut rencananya bakal berlangsung pekan ini. ”Minggu ini saya akan ketemu Pak SBY. Sedang dikomunikasikan. Tidak mudah ketemu mantan presiden,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil di Hotel Sheraton, Kota Bandung, kemarin (6/9).

Menurut Emil, komunikasi politik dengan sejumlah parpol masih terus dilakukan. Termasuk di antaranya dengan Partai Demokrat. ”Dengan semua partai politik, di mana ada kesempatan, saya coba komunikasi,” katanya.

Wali Kota Bandung ini memerinci, niatan dirinya untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018 telah didukung oleh banyak pihak. Oleh karena itu, dia terus mencoba berkomunikasi dengan beberapa partai politik agar langkahnya mulus menuju Pilgub Jabar 2018. ”Jadi tidak hanya dengan Pak SBY. Saya juga akan terus berkomunikasi dengan partai-partai lain,” tegasnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil baru mendapatkan dukungan dari Nasdem dan PKB. Jumlah kursi dua parpol baru mengumpulkan 12 kursi dan masih kurang untuk mengusung Emil maju di Pilgub Jabar. Dibutuhkan minimal 8 kursi untuk genap menjadi 20 sebagai persyaratan maju di pilkada.

Sementara itu, Emil juga sampai saat ini masih belum juga menemukan pasangannya. Emil mengatakan, sudah berkomunikasi dengan beberapa partai yang memungkinkan akan mengusung dirinya untuk maju. Namum sampai saat ini belum ada yang cocok.

”Ngomong ke PKB pengen kader PKB, ngomong ke PPP pengen kadernya Pak Asep atau Pak Uu. Ke PAN juga sama di Rakernas, dalam konteksnya PAN maka PAN mengajukan dua nama kan, Desi Ratnasari dan Bima Arya, maka berbincanglah saya membawa kemungkinan,” papar Emil.

Dalam perbincangan bersama kader PAN Bima Arya, terang Emil, memang terlihat kegalauan. Sebab, Bima mengaku, masih ingin fokus di Bogor.

Dia pun mengaku, selalu mengukur diri dengan hasil survei. Begitu pun dengan kemungkinan calon lain. “Saya ini hanya akan melompat pesat elektabilitas jika bergabung dengan Demiz Deddy Mizwar atau Aa Gym,” urainya.

Tapi yang menjadi fokus dia saat ini adalah menggenapkan koalisi. Sebab, partai yang mengusungnya memiliki empat kursi. Artinya itu masih kurang untuk mendaftar sebagi gubernur.

”Insyaallah dalam waktu dekat akan deklarasi, tapi kan belum genap. Saya masih punya peer menggenapkan dengan PPP, atau dengan Demokrat,” urainya.

Dia pun tidak akan memaksakan diri untuk masuk bursa pencalonan jika mereka salah satu kadernya maju. ”Kalau tidak saran saya serahkan pada masyarakat,” ucapnya. (pan/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here