E-Tol, Warga Masih Bingung

Sepekan Jelang Pemberlakuan Transaksi Non Tunai di GT Baros I

98

jabarekspres.com, BANDUNG – Kurang dari sepekan jelang pemberla­kuan transaksi non tunai atau hanya melayani peng­guna e-toll di gerbang tol Baros I dari Cimahi arah Pasteur. Masih banyak ma­syarakat pengguna jalan tol yang kebingungan cara mendapatkan dan meng­gunakan kartu tersebut.

Salahsatunya, Whisnu Pra­dana, 24, dia mengaku masih bingung cara mendapatkan e-toll card. ”Saya nggak tau belinya dimana. Cara isi ulang­nya gimana, cek saldonya gi­mana trus ada batas waktunya nggak. Saya masih agak bing­ung,” kata Whisnu saat ditemui di rest area KM 125 Jalan Tol Padaleunyi Kelurahan Cibeu­ber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, kemarin (17/8).

Tidak hanya itu, menurut pemuda yang selalu bolak balik Bandung-Cimahi dan Jakarta ini, dirinya khawatir jika e-toll card yang dipegang ternyata saat digunakan sal­donya tidak cukup, maka apa yang harus dilakukan. ”Saat keluar gerbang tol ternyata saldonya tak mencukupi, pas saya nggak bawa uang cash, nggak tau saya harus bagai­mana. Masa mobilnya disita,” ujarnya sambil tertawa.

Namun demikian, Whisnu tidak menampik jika pember­lakuan e-toll akan memperce­pat transaksi sehingga bisa meminimalisir kemacetan di pintu keluar tol. Dia berharap pemerintah atau PT Jasa Mar­ga mensosialisasikan pember­lakuan transaksi non tunai di pintu keluar tol secara terus menerus. ”Saya rasa masih banyak pengguna tol yang be­lum tau cara pemberlakuan e-toll ini. Apalagi cara trans­aksi dan cara pembelian dan isi ulang kartunya itu,” sebutnya.

Semetara itu Humas PT Jasa Marga Cabang Purbale­unyi Dadan Saripudin men­gatakan, memang penerapan transaksi non tunai di Gerbang tol Baros 1 dari Cimahi arah Pasteur yang pertama dan akan mulai diberlakukan pada 22 September 2017. Se­dangkan untuk tahap ke dua pada 26 September 2017 akan di berlakukan di gerbang tol Sadang, serta untuk gerbang tol Mohammad Toha diber­lakukan pada 29 September. ”Sejak 28 Agustus kemarin sudah kita lakukan penjualan e-toll card atau istilahnya se­karang itu UNIK (uang elek­tronik) di setiap titik yang telah ditentukan,” katanya, saat dihubungi, kemarin.

Menurut Dadan, selain untuk mengurangi antrean, pelayanan transaksi elek­tronik di semua gerbang tol akan memudahkan masy­arakat pengguna jalan tol. “Sebab, dengan transaksi non tunai akan lebih akurat dan lebih cepat dalam pem­bayaran,” Katanya.

Sedangkan menanggapi adanya pernyataan masy­arakat yang menyatakan kurangnya sosialisasi dari pihak PT Jasa Marga Dadan mengaku, pihaknya sudah melakukanya dengan pe­masangan spanduk dan edukasi langsung kepada pengendara. Bahkan men­urutnya, untuk sekarang para pengendara yang punya e-toll pun sudah bisa meng­gunakannya di gardu-gardu biasa bukan hanya di Gardu Tol Otomatis (GTO) saja.

”Kami juga sudah sediakan alat untuk membaca e-toll card-nya di gardu biasa. Tapi sekarang mungkin masih harus di GTO, karena di gardu biasa masih banyak yg transaksi mengguna­kan uang tunai,” bebernya.

Dadan menuturkan, kemun­gkinan, memang ke khawa­tiran masyarakat akan ku­rangnya saldo pada e-toll card akan menjadi sedikit kendala. ”Yang riskan itu saat perjalanan dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan saldo di e-toll cardnya tidak mencukupi,” tuturnya.

Namun demikian, Dadan mengaku, pihaknya sudah mengantisipasi dengan ada­nya himpunan bank negara (himbara) yang menyediakan gerai top up atau pengisian saldo e-toll cardnya, di bank dan juga minimarket. ”Pene­rapan transaksi non tunai ini kan merupakan hajat dari Bank Indonesia. Dengan penerapan transaksi ini, akan berdam­pak kepada penerbitan uang yang omatis berkurang jum­lahnya. Sehingga tidak ter­lalu membutuhkan biaya yang besar. Selain itu juga menjaga keamanan trans­aksi dan transparansi,” pung­kasnya. (ziz/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here