E-CCTV Pelototi Pelanggar

Ditegur Langsung Melalui Speaker

FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
KONTROL SITUASI: Petugas Dishub Kota Bandung memantau pergerakan kendaraan bermotor di Area Traffic Control System (ATCS) Jalan Wastukencana Kota Bandung.

jabarekspres.com, BANDUNG – Jangan kaget jika tiba-tiba anda diperingatkan melalui speaker yang ada di sekitar lampu merah, menyuruh anda untuk mundur karena melewati white line.

Kejadian ini menimpa pelajar yang tengah membonceng temannya. Dua wanita berseragam putih abu itu, terlihat pengemudi menggunakan helm dan yang dibonceng tak memakainya. Dua remaja ini kaget, ketika tiba tiba dia diperingatkan melalui speaker agar temannya yang tak menggunakan helm untuk turun dan disarankan menggunakan kendaraan umum.

Video rekaman CCTV (Closed Circuit Television, Red.) sempat viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Dalam video itu petugas memberi peringatan terhadap pelanggar lalulintas yang tidak menggunakan helm. Kejadian tersebut terpantau di salahsatu lampu merah di kota Bandung.

Sultoni Kasi Manajemen Transportasi pada Dinas Perhubungan Kota Bandung mengatakan, pemasanagn CCTV ini sebetulnya program lama, namun saja beberapa minggu ini lebih ditingkatkan intensitasnya. ”Itu hanya untuk menggingatkan kedisiplin pengguna jalan,” kata Sultoni saat dihubungi Jabar Ekspres, kemarin (12/9).

Sebut dia hingga saat ini, CCTV sudah dipasang di 150 titik dan yang paling disoroti di Jalan Cibaduyut, Pahlawan, Merdeka, dan Buah Batu-Samsat,

”Tujuan untuk menertibkan lagi pengguna jalan, jadi nggak menerobos zebra cross dan gak melebihi white line,” ungkapnya.

Semua CCTV yang terpasang di beberapa titik tersebut langsung terhubung ke Ruangan Area Traffic System (RATC) yang berada di kawasan balai Kota Bandung. ”Itu dipantau di Command Centre Balaikota ya dan diumumkan menggunakan speaker untuk mengingatkan,” ungkapntya.

Dia pun berharap dengan adanya CCTV supaya pengguna jalan lebih disiplin berlalu lintas, para pengguna motor harus menggunakan helm saat berkendaraan selain itu jangan menerobos sembarangan. ”Untuk keselamatan pengendara juga,” ungkapnya.

Terpisah, Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Korniawan mengakui, kamera video yang bereda di media sosial, untuk sekarang ini masih bersifat imbauan, namun untuk ke depan akan diberlakukan. ”Sebenarnya, apabila hanya di Bandung saja bisa. Hanya nanti kita lihat satu perempatan saja membutuhkan delapan kamera yang terkonek,” kata Tomex saat memberikan keterangannya di Mapolda Jabar, Selasa (12/9).

Menurutnya, yang paling pokok adalah akurasi data terhadap registrasi kendaraan bermotor. Sebut dia di Jawa barat akurasi data sudah 100 persen, sehingga walaupun itu di berlakukan idealnya terintegrasi nasional. Karena, katakanlah TNK di Jawa barat di DTZ dan F itu tidak ada masalah, namun kalau ada plat nomer B dan diluar jawa barat melanggar lalulintas, itu mau tidak mau harus dikirim ke yang bersangkutan, untuk dilakukan bukti elektronik tilangnya, sementara datanya hanya ada di masing-masih daerah.

”Kalau databasenya sudah akurasinya tinggi dan terintegrasi secara nasional, maka sangat dimungkinkan Etley bisa dilakukan, Etley atau Eley itu kan bisa diberlakukan bukan hanya di perkotaan saja, tapi di Road way bisa dilakukan di luar kota, di mulai dengan kecepatan kendaraan, pelanggaran, karena itu tercipta untuk akurasi tinggi, sehingga kalau ada pelanggaran akan terkonek dalam sistem. Karena, pemilik yang tertera akan dikirim bukti pelanggarannya,” ucapnya.

Apabila hanya di Jawa Barat saja sudah bisa di berlakukan, kata Tomex, tetapi hanya untuk plat nomer yang berada di Jawa barat sendiri. Namun, diwilayah lain pun hanya bersifat himbauan atau penegakan hukum secera nyata. “Artinya begitu dia melanggar, kamera merekam sebagai bukti, tapi petugas dilapangan langsung menindak,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, bahwa pihaknya sering menyampaikan,  bagi pemilik kendaraan untuk segera melakukan BBN, apabila kendaraan yang bersangkutan bukan atas nama sendiri, sehingga kondisi jaminan legalitas pemilik dapat terpenuhi. ”Untuk sekarang ini, kamera tersebut hanya sebatas himbauan moral dan melakukan pemantauan dan untuk di bandung belum ada delapan camera itu, pasalnya, kamera harus terpasang dari sudut depan, belakang dan samping, untuk melihat jenis pelanggaranya,” pungkasnya. (pan/yul/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here