Dukungan BMI Bikin Gaduh

5
BMI KBB
HENDRIK KAPARYADI/JABAR EKSPRES
TETAP HARMONIS: Pamriadi (paling kiri), Aa Umbara Sutisna, Yayat T Soemitra, Udis Supriatna (paling kanan) saat berdiskusi di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, kemarin (13/9). Mereka menilai dukungan Barisan Muda Indonesia pada salah satu calon yaitu Elin-Maman akan membuat kegaduhan di internal PDIP.

jabarekspres.com, BANDUNG – Sikap pernyataan dukungan terhadap Elin-Maman dari sayap PDI Perjuangan yakni Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bandung Barat dinilai oleh empat kader PDIP yang juga bakal calon bupati (balonbup) Pamriadi, Yayat T Somitra, Aa Umbara Sutisna dan Udis Supriatna sebagai kegaduhan di internal PDI Perjuangan.

Keempat balonbup tersebut tampak kompak dan bertemu di Kota Baru Parahyangan Padalarang, kemarin (13/9). Aa Umbara Sutisna menyatakan, saat ini semua kader yang sudah mendaftar ke PDI Perjuangan masih menunggu hasil resmi dari DPP PDI Perjuangan tentang hasil rekomendasi sebagai calon bupati. Sehingga semua pihak diminta untuk menghormati dan menunggu hasil dari DPP.

”Kami bersepakat untuk menjaga soliditas partai. Jangan sampai ada kegaduhan di internmal PDI Perjuangan (seperti sikap BMI, Red),” ujar Aa.

Soal dukungan BMI kepada pasangan Elin-Maman, Aa memandang, hal itu sah-sah saja dan itu merupakan sebagai sikap politik. Namun, untuk persoalan rekomendasi, semua kader partai dan organisasi sayap partai harus patuh dan menghormati terhadap keputusan partai.

”Kalau soal dukungan kepada salah satu pasangan itu boleh dan sah saja. Yang terpenting sampai saat ini rekomendasi belum turun,” ujarnya.

Aa juga memastikan pertemuannya saat ini bersama kader lainnya merupakan murni untuk bersilaturahmi. Bahkan, bisa saja silaturahmi ini juga dijalin dengan balonbupdari partai lainnya. ”Kami berkumpul ini bukan menyikapisoal dukungan BMI. Tapi, kami ingin membicarakan bagaimana membesarkan partai ke depan terutama menghadapi Pileg, Pilgub dan Pilpres,” terangnya.

Sementara itu, Pamriadi mengaku pertemuan ini hanya sebatas silaturahmi antara kader partai yang bersama-sama akan maju di Pilkada KBB. Selain itu, pertemuan ini membuktikan bahwa ke empat kader ini masih solid.

”Kami di sini bukan soal menyikapi BMI. Kami hanya ngobrol-ngobrol saja, dan membuktikan bahwa kami berempat itu sangat solid,” katanya.

Pamriadi menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan rutin yang sudah dilakukan ke empat kalinya di tempat yang berbeda. Namun untuk kali ini kebetulan balon bupati lain yakni Elin dan Maman tidak bisa hadir.

”Sudah empat kali pertemuan dengan empat kader PDI ini. Dan kami juga pastikan hubungan dengan Elin tidak ada masalah,” ujarnya.

Sebelumnya, Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bandung Barat menyatakan sikap untuk mendukung Elin-Maman dalam pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat periode 2018-2023. Dukungan tersebut disampaikansayap PDI Perjuangan ini bersama para pengurus BMI KBB.

Ketua BMI Kabupaten Bandung Barat, Fajar Taufik menegaskan, berdasarkan kajian di internal BMI, pasangan Elin-Maman memang sangat ideal untuk memimpin Kabupaten Bandung Barat lima tahun ke depan. Pasangan tersebut, ujar dia, memiliki pengalaman dan ilmu di bidang pemerintahan. Menurut dia, hal lainnya alasan dukungan tersebut karena di antara keduanya bisa membangun komunikasi yang baik. Lagipula keduanya berproses mendaftarkan diri dari partai bermoncong putih ini.

”Setelah kami berdiskusi dan melakukan kajian di internal, BMI memutuskan akan mendukung pasangan Elin-Maman ini untuk Pilkada,” tegas dia. (drx/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here