Dukung Pendidikan Karakter Untuk Memperkenalkan Pancasila

5

jabarekspres.com, SOREANG – Bupati Bandung Dadang M Naser mendukung penguatan pendidikan Pancasila di semua tingkatan di sekolah yang ada di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, Pancasila sebagai idiologi negara tidak boleh diabaikan, apalagi dirubah. Tapi justru harus dijadikan doktrin yang kuat dan ditanamkan sejak dini.

“Pancasila itu idiologi negara, tidak boleh dirubah. Justru harus diperkuat, lihat di Jepang idiologi itu jadi doktrin. Salah satunya diimplementasikan dalam lagu-lagu perjuangan,”jelas dadang ketika memberikan arahan kepada seluruh peserta pendidikan karakter kemarin (18/5)

Dirinya menilai, idiologi negara dan semangat  nasionalisme sangat penting. Sebab, untuk memperkuat dalam jiwa setiap siswa di sekolah. Bahkan dalam jiwa semua anak bangsa.

Selain itu, pendidikan Pancasila ini, sebagai  dari pembentukan karakter bangsa Indonesia dan jangan sampai pendidikan Pancasila ini berkurang. Tapi, justru harus terus diperkuat dan digelorakan dalam jiwa setiap anak bangsa.

“Saya setuju sekali penguatan pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah itu harus dilakukan. Seperti dulu itu ada pendidikan atau penataran P4,”ujarnya.

Dadang melanjutkan, Pancasila sebagai idiologi negara sudah final, tidak bisa dirubah atau digantikan dengan idiologi lainnya. Namun demikian, sebagai seorang manusia yang memiliki keyakinan keagamaan dipersilahkan selama itu tidak bertentangan dengan Pancasila.

“Seperti orang Islam punya keyakinan pada Al Quran, Kristen dengan Injilnya begitu juga dengan agama lainnya itu silakan saja. Tapi tetap jangan sampai bertentangan dengan Pancasila. Makanya dari dulu juga saya menentang konsep azas tunggal,”ujarnya.

Disinggung mengenai pendidikan karakter, kata Dadang, sebenarnya saat inipun bukan tidak ada pendidikan karakter. Namun, harus dilakukan penguatan  dipadukan dengan gerakan karakter lokal dalam semangat Sabilulungan.

“Kabupaten Bandung dijadikan basis gerakan pendidikan karakter berbarengan dengan karakter lokal Sabilulungan. Sabilulungan ini mengedepankan silih asah, asuh, gotong royong, saling membantu dan lainnya,”katanya.

Pendidikan karakter ini, lanjut Dadang, akan digalkan secara masif dan berkesinambungan.  Salah satunya diterapkan dan ditekankan disetiap sekolah yang ada di Kabupaten Bandung. Bahkan, nantinya akan dibentuk Satuan Kerja (Satker) yang bertugas melakukan penguatan pendidikan karakter.

“Penekanan pendidikan karakter juga akan diberikan kepada para guru secara berkesinambungan. Ini program nasional yang digelar di Kabupaten Bandung, kita semua harus mendukungnya, karena memang pendidikan karakter itu sangat penting,”katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana menambahkan, pendidikan karakter ini merupakan program nasional yang dielaborasikan dengan konsepsi gerakan lokal Sabilulungan.

“Kami sudah buat rencana aksi daerah. Pendidikan karakter harus masuk secara inklusif dalam berbagai kegiatan mata pelajaran intrakulikuler, ekstrakulikuler dan non kulikuler. Artinya, pendidikan karakter ini harus masuk dalam setiap sendi kehidupan siswa, yah syukur-syukur dalam kehidupan masyarakat luas juga,”katanya.

Pendidikan karakter ini, jelas Juhana, akan disosialisasikan soal bagaimana strategi pendampingan melalui sistem profesional. Seperti dalam musyawarah guru mata pelajaran, musyawarah kepala sekolah dan lainnya.

“Gerakan pendidikan karakter ini juga akan diperkuat dengan pembentukan Satker. Serta dilaksanakan secara berkesinambungan. Tidak boleh selesai,”ujarnya.

Wakil sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kartika, yang juga sebagai Paniti seminar, mengatakan, Launching dan seminar penguatan Pendidikan Berkarakter diikuti sekitar 800 peserta terbagi dari guru Tk/SD, SMP, Pengawas dan Penilik SD dan SMP se kab Bandung.

“Undangan yang disebarkan untuk mengikuti seminar dan launching penguatan pendidikan berkarakter sekitar 800, yang menghadiri sekitar 900 karena dengan tamu undangan nara sumber dan tutor PKBM,” tutup Juhana (m3/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here