Dishub Jabar Daftarkan Dua Inovasi

23
ANDI RUSTANDI/JABAR EKSPRES
PANTAU ARUS LALU LINTAS: Kadishub Jabar Dedi Taufik (kanan) didampingi Kasie Angkutan Darat Tata memantau CCTV di ruangan administrator, kemarin (14/11).

jabarekspres.com, BANDUNG – Berbeda dengan instansi lainnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat justru antusias akan mendaftarkan dua inovasinya sekaligus. Keduanya berbasis teknologi dan aplikasi. Inovasi ini diyakini semakin menyemarakkan The Jabar Ekspres Institute of Pro Otonomi (JIPO) Innovation Award 2108.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik didampingi Kasie Angkutan Darat Tata mengapresiasi lomba Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar JIPO. Dalam ajang ini, pihaknya akan memanfaatkan seoptimal mungkin sebagai sarana latihan dalam menghadapi lomba sejenis yang digelar Kemenpan-RB. ”Kita akan mendaftarkan dua inovasi,” kata Tata.

Pihaknya mengaku, baru mengetahui adanya lomba yang digelar JIPO. Kendati demikian, Dishub siap mengikuti proses dan prosedur perlombaan. Bahkan, dia merasa senang Jabar Ekspres menjadi fasilitator. Hal ini sejalan dengan semangat Kadishub yang enerjik dan mendukung terhadap segala peningkatan pelayanan.

”Kebetulan Pak Kadishub ini orangnya senang berinovasi. Dia mendukung sekali para stafnya berinovasi dalam pelayanan sesuai koridornya. Itu yang membuat saya semangat berinovasi,” ujar Tata. Tata mengungkapkan, dukungan pimpinan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan suatu program kerja.

Kadishub Dedi pun antusias menunjukkan salah satu inovasinya yang sudah berjalan. Di dalam ruangan khusus, Dedi memperlihatkan bagaimana operator memantau arus lalu lintas dari jarak jauh melalui big screen. Layar lebar itu terkoneksi dengan 38 titik CCTV yang dipasang di sejumlah titik di jalan provinsi.

Semula, Dishub memfokuskan antisipasi pada saat arus mudik dan balik Lebaran. Di sejumlah jalan raya, kata Dedi, terdapat beberapa titik yang krusial kemacetan. Misalnya di Cibiru, Tanjungsari, Kadipaten, Banjar, Palimanan. ”Semua titik, baik di jalur tengah, utara dan selatan sudah dipasangi CCTV,” kata Dedi.

Wilayah tengah dimulai dari Ciawi, Cileunca, masuk ke Cianjur, kemudian Ciranjang lalu ke Padalarang. Di selatan, dari Ciawi masuk ke Sukabumi. Di utara ada beberapa titik yakni di Pamanukan dan Loasarang. ”Semuanya dalam pemantauan early warning (peringatan dini, Red). Antisipasi apabila ada kemacetan,” jelasnya

Penempatan CCTV tersebut berdasarkan titik-titik sumber kemacetan. Seperti Leles Garut dan Limbangan, atau Kadung Ngora. CCTV ini bisa berputar 360 derajat. Hasil pantauan jalan raya langsung diupdate oleh pegawai Dishub ke akun resmi Twitter Dishub Jabar @dishub_jabar.

Masyarakat bisa melihat informasi kondisi jalan raya setiap saat di media sosial milik Dishub Jabar. Info tersebut juga disebarluaskan melalui jaringan sejumlah radio. ”Termasuk dikaitkan ke timeline Twitter Jasa Marga,” ungkapnya seraya memperlihatkan Twitter resmi milik Dishub Jabar yang terpampang di layar lebar tersebut.

Masyarakat juga bisa langsung mengakses CCTV dengan mengunjungi portal www.dishub.jabarprov.go.id. Dalam laman muka, paling bawah terdapat menu CCTV Dishub Jabar. Pengunjung bisa memilih lokasi CCTV yang ingin dilihat sesuai keinginan. ”Tayangan CCTV dipastikan kondisi live (langsung, Red),” kata Koordinator Administrator Dishub Jabar Boy Hedy.

Fungsi inovasi ini, kata dia, memudahkan petugas ketika terjadi kemacetan. Dishub Jabar akan langsung menginformasikan kondisi krodit kepada petugas Dishub setempat. Sehingga, situasi bisa langsung ditangani dan cepat terselesaikan.

Dedi menuturkan, CCTV Dishub Jabar sudah beberapa kali digunakan untuk mendukung kelancaran upaya penanganan lalu lintas pada masa angkutan Lebaran, natal, dan tahun baru. Untuk dapat menjangkau seluruh wilayah ruas jalan provinsi, pihaknya merencanakan terus menambah jumlah titik dan teknologi CCTV.

”Teknologi CCTV kami dapat direplikasi oleh unit atau satuan kerja, baik di lingkungan perhubungan, maupun unit atau satuan kerja kementerian/lembaga dan pemerintah daerah lain,”  tandasnya.

Sementara untuk inovasi satunya lagi masih dalam tahap penyempurnaa. Inovasi ini menggunakan aplikasi. Namanya SIM kendaraan bermotor yang terintegrasi dengan tujuh instansi lainnya. Yakni Dishub kabupaten/kota, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), terminal, Bapenda Jabar, Polda Jabar, Jasa Raharja.  ”Kami pastikan November ini selesai,” kata Tata. (and/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here