Disdik Matangkan Gebyar PAUD HISBE

32
disdik - PAUD
ANDY RUSNANDY/JABAR EKSPRES
SERIUS MENYIMAK: 30 kepala sekolah TK percontohan se-Kota Bandung mendengarkan arahan dari Kasi PAUD.

jabarekspres.com, BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengumpulkan 30 kepala sekolah (kepsek) TK percontohan dan pengawas membahas persiapan launching PAUD Holistik Integratif Berdimensi Sosial Budaya dan Ekonomi (HISBE) di TK Negeri Centeh Kota Bandung, kemarin (6/9). Hadir pula tim Harian Umum Jabar Ekspres (Jawa Pos Group) sebagai mitra kegiatan.

Launching tersebut sudah dikonsep sedemikian rupa. Rencananya digelar pada Kamis (28/9) mendatang di Gedung Pusdai Bandung. Akan dihadiri sekitar 2.000 guru dari seluruh Kota Bandung.

Kepala Seksi (Kasi) PAUD di Disdik Kota Bandung Ahmad Asikin mengatakan, bahasan utama pertemuan melakukan monitoring dan evaluasi program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satunya program unggulan yakni PAUD HISBE. Dalam penjelasannya kepada para kepsek, Ahmad memaparkan peran penting TK percontohan. ”TK percontohan ini diambil sebanyak 30 sekolah di 30 kecamatan. Masing-masing kecamatan 1 TK percontohan,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan alasan tidak ada satu pun PAUD atau Kelompok Bermain (Kober) yang masuk dalam sekolah percontohan. TK ungkap dia, sudah memiliki standarisasi tersendiri. Jika dicampur, baik TK, PAUD, maupun Kober, Disdik akan kesulitan mencari standarisasi program PAUD HISBE. ”Makanya kita seragamkan saja semuanya dari TK,” ungkap dia.

Kendati demikian, bukan berarti Disdik mengenyampingkan PAUD maupun Kober. Dua sekolah itu banyak juga yang bagus-bagus dan berprestasi. Launching tersebut ujar dia, agar semua sekolah bisa mengetahui dan menerapkan program PAUD HISBE. “Biar gebyar dan bisa diterapkan di seluruh sekolah,” ujarnya.

Sebagai apresiasi, Disdik berencana memberikan bantuan kepada TK percontohan itu. Bantuan berupa alat permainan dan perpustakaan. Alat itu nantinya bisa dipinjam dan dipakai di sekolah. Agar sekolah tidak bosan, alat itu diatur pemakaiannya. ”Jika sudah bosan dengan alat yang itu, sekolah bisa menukarkannya dengan jenis alatnya berbeda di sekolah lain,” pungkasnya.

Ketua Panitia Launching Heny mengatakan, dalam acara nanti ditampilkan sejumlah kreativitas sekolah dan prestasinya. Serta profil 30 TK percontohan berikut testimoninya. Ke-30 sekolah itu akan menandatangani kesepakatan menjalankan program PAUD HISBE. ”Kami juga akan memberikan piagam kepada mereka. Termasuk penghargaan kepada 150 orang sebagai Bunda PAUD kelurahan,” ungkapnya.

Heny yang merupakan pegawai Disdik ini menjelaskan, sejak tahun 2013 lalu program PAUD HISBE ini secara esensi sebenarnya sudah dijalankan di setiap sekolah. Hanya saja, kali ini Disdik ingin lebih menekankan kepada seluruh sekolah agar menjalankan program itu dengan sungguh-sungguh.

“Gebyarnya di launching nanti. Makanya nanti ada penandatanganan perjanjian. Untuk mengikat sekolah menjalankan program ini. Disdik ingin Kota Bandung berbeda dengan kabupaten/kota lainnya,” imbuhnya.  “Kami juga sengaja melibatkan Jabar Ekspres, yang membantu agar acara ini berjalan dengan sukses dan meriah,” pungkasnya. (and)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here