DI Hina Istri Jokowi di Medsos

8
pelanggar UU TE
TINDAK TEGAS: Kapolda Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat memimpin langsung ekspose penangkapan seorang pelaku ujaran kebencian terhadap Ibu Negara di Media Sosial di Mapolrestabes Bandung, kemarin (12/9). Pelaku terancam terkena hukuman 6 tahun penjara karena dijerat UUTE Pasal 45 juncto Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016.

jabarekspres.com, BANDUNG – Pelaku ujaran kebencian terhadap istri Pre­siden Republik Indonesia, dikejar petugas kepolisian Polrestabes Bandung hingga ke wilayah Palembang. Setelah mendapat informasi tersebut, polisi langsung melakukan pengejaran dan berhasil me­nangkap DI di rumahnya ke­marin malam, Senin (11/9).

Pantauan di lapangan, DI dibawa petugas Satuan Re­serse Kriminal dari Palembang dan tiba di Mapolres sekitar pukul 17.00. Dengan mengena­kan kemeja oranye bertuliskan tahanan, dirinya berjalan memasuki pelataran Mapol­restabes didampingi puluhan petugas.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto men­gatakan, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung menangkap seorang tersangka berinisial DI se­telah mendapatkan infor­masi dari Patroli Cyber. ”Tersangka ini, banyak melakukan postingan soal ujaran kebencian di media sosial,” kata Agung di Ma­polrestabes, Jalan Jawa Kota Bandung Selasa (12/9).

Agung mengungkapkan, kronologis awal pengungkapan kasus tersebut, ketika petugas menangkap seorang wanita asal Bandung berinisial DW yang diduga pemilik akun In­stagram @warga biasa. Dalam akun tersebut, berisikan per­kataan ujaran kebencian dan melecehkan nama istri Presi­den RI. Namun, setelah dii­dentifikasi ternyata DW bukan pemilik akun itu.

Menurut DW, lanjut Agung akun tersebut dibuat dan di­gunakan oleh DI seorang lelaki warga Palembang. ”Dia hanya di tag (istilah dalam Instagram) saja, sedangkan pelaku aslinya adalah DI. Dia dan tersangka selama ini ha­nya berhubungan lewat dunia maya seperti chat dan video call,” ucapnya.

Agung menegaskan, perlu diberikan tindakan tegas ter­hadap tersangka pasalnya melihat Pilkada yang akan berlangsung tahun depan. Apabila kegiatan DI dibiarkan, maka dikhawatirkan meng­ganggu kondusifitas selama pelaksanaan pesta demo­krasi. ”Jangan sampai, kon­disi tidak kondusif karena postingan – postingan pelaku. Alasan dia melakukan hal tersebut juga karena tidak suka dengan pemerintahan sekarang ini,” tegasnya.

Saat ditanya, apakah pelaku ada hubungan dengan sindi­kat penebar kebencian (sa­rahcen), Agung menerangkan pihaknya masih melakukan identifikasi kepada pelaku apakah mengarah ke komu­nitas tersebut. ”Yang penting, hasil lidik dan barang buktinya dia (DI), sudah mengarah ke ujaran kebencian selanjutnya kita masih dalami,” terangnya.

Atas perbuatannya ucap Agung, tersangka dikenakan UUTE Pasal 45 juncto pasal 27 ayat 1 UU No 19 tahun 2016 tentang pembuatan akses informasi yang melanggar kesusilaan, dengan hukuman maksimal enam tahun penja­ra. Paparnya. (yul/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here