Dewan Tidak Ingin Disebut Egois

Pembangunan Gedung DPRD Jangan Membebani APBD

7
UNTUK RUMAH SAKIT: Gedung DPRD KBB yang terletak di jalan Raya Padalarang rencananya akan beralih fungsi menjadi rumah sakit ibu dan anak.

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Rencana pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini tengah menajadi pembahasan dewan.

Ketua DPRD KBB Aa umbara mengatakan, pihaknya bersama fraksi-fraksi masih melakukan pembahasan rencana pembangunan gedung dewan tersebut. Sebab berdasarkan informasi untuk anggaran pembangunan nantinya akan ada bantuan keuangan dari Pusat dan Provinsi.

“Terakhir katanya Pemprov Jabar akan memberikan bantuan keuangan sebesar 30 miliar,”jela Aa ketika ditemUi kemarin (14/9)

Untuk itu, lanjut dia DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) ingin memastikan adanya ketersediaan anggaran yang nantinya dialokasikan dari APBD.

Aa menyebutkan, kebutuhan untuk membangun gedung itu secara total berjumlah 150 miliar. Namun, jumlah tersebut sangat besar bila ditanggung sendiri oleh Pemkab.

Dengan begitu, adanya bantuan dari pemprov ini harus memberikan manfaat agar APBD KBB tidak terbebani terlalu banyak. Sebab, selama pembahasan antar fraksi ada perbedaan pendapat masalah komposisi anggaran.

“Jadi komposisinya kalau digabungkan antara bantuan pusat dan pemprov harus 70 persen dan dan dari APBD KBB 30 persen, kalau skemanya seperti ini saya setuju,”ucap Aa.

Dirinya menilai, APBD KBB harus lebih diprioritaskan untuk perbaikan infrastruktur atau pelayanan-pelayanan lain yang belum maksimal. Sehingga, sebetulnya dewan tidak mendesak untuk segera dibangunkan gedung baru.

“Kita lihat dulu urgensinya saat ini belum terlalu dibutuhkan. Bahkan jika gedung dewan yang saat ini akan dipakai untuk Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Padalarang, maka dewan siap untuk pindah dan mengontrak dulu,”kata dia

Aa menuturkan, DPRD KBB pernah punya pengalaman ngontrak gedung, jadi kalaupun nanti harus ngontrak lagi tidak masalah asalkan demi kebaikan rakyat. Apalagi, dewan tidak ingin dituduh egois hanya mementingkan keinginannya sendiri.

Sementara kondisi di Bandung Barat saat ini masih banyak yang harus diperbaiki seperti pelayanan infrastruktur yang mencakup jalan rusak, jembatan terputus, pendidikan, dan lainnya.

Terpisah Ketua Fraksi PKS di DPRD KBB Didik Agus Triwiyono menilai, ada tiga aspek yang menjadi pertimbangan pihaknya dalam menyikapi rencana pembangunan gedung DPRD ini.

Yakni aspek teknis, anggaran dan politis. Untuk aspek teknisnya mencakup kesiapan lahan dimana dari total kebutuhan lahan 2 hektare saat ini yang terbebaskam baru 7.000 meter persegi.

Dari aspek anggaran, apakah ada jaminan ketersediaan anggaran atau tidak agar tidak lagi terjadi pembebanan anggaran dijatuhkan ke APBD KBB. Apalagi saat ini anggaran KBB sudah mengalami defisit Rp290 miliar.

Sedangkan dari aspek politis tentunya jangan ada anggapan bahwa pembangunan gedung DPRD ini mengabaikan pembangunan lain yang lebih penting dan berhubungan langsung ke masyarakat.

“Itu yang menjadi pertimbangan kami, agar tidak muncul kesan bahwa DPRD ini hanya memikirkan dirinya sendiri,” tutup Dikdik (drx/yan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here