272

Demokrat: Fix Demiz-Syaiku

DEMIZ
ISTIMEWA FOR JABAR EKSPRES
HARMONIS: Deddy Mizwar berjabat tangan dengan dengan Wali Kota Bekasi yang juga ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaiku di kantor DPW PKS, kemarin (27/10).

jabarekspres.com, Bandung – Deddy Mizwar akhirnya bisa bernafas lega. Sebab, Partai Demokrat memutuskan mengusungnya di Pilgub Jabar 2018. Demokrat juga merestui usulan PKS yaitu Ahmad Syaikhu sebagai pendampingnya.

Dengan begitu, Deddy Mizwar dan Syaiku menjadi pasangan pertama yang memiliki tiket di Pilgub Jabar. Sebelumnya Ridwan Kamil juga menjadi sosok pertama yang memiliki kuota terbanyak kursi syarat pendaftaran, namun hingga saat ini terganjal persoalan siapa wakil pendamping.

Alhamdulillah,” kata Deddy Mizwar, kemarin (22/11).

Demiz optimistis, dalam waktu dekat akan melakukan deklarasi bersama Syaikhu. Dia juga yakin, selain Demokrat, PAN juga sudah mendukungnya. ”Saya optimistis PKS juga segera deklarasi. PAN juga sudah enggak ada masalah, karena sudah dukung saya,” jelas dia.

Partai Demokrat sudah memutuskan akan mengusung pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar. Hal itu berdasarkan putusan majelis tinggi partai Demokrat. Keputusan tersebut diambil dalam sidang majelis tinggi yang dipimpin langsung Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, kemarin (21/11) sekitar pukul 17.00.

Ketua DPD Demokrat Jabar Irfan Suryanagara membenarkan hal itu. ”Pak SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, Red) memutuskan cagub dari partai Demokrat Demiz dan Syaikhu dari PKS sebagai (cawagub),” tuturnya, kemarin.

Menurutnya keputusan paket pasangan tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Namun, dia belum bisa memastikan lokasi deklarasi pasangan Demiz-Syaikhu akan dilaksanakan. ”Kamis ini juga mau ketemu PAN dan PKS bahas pembentukan timses (tim sukses, Red). Sekaligus soal deklarasi nanti,” jelas Irfan.

Di sisi lain, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masih berpikir-pikir untuk bergabung dengan koalisi PAN, Demokrat dan PKS yang sama-sama mengusung Deddy Mizwar. Sebab, Hanura masih mencari kemungkinan strategis yaitu, kesempatan mendorong kader internal menjadi bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018.

”Bisa gabung, bisa enggak ke koalisi Deddy Mizwar. Jika diprosentasikan masih 50-50. Yang jelas kita masih mencari peluang,” tutur Ketua DPD Jawa Barat Partai Hanura, Aceng Fikri kepada Jabar Ekspres di Kantor DPD Jabar Partai Hanura, Bandung, kemarin (22/11).

Selain itu, DPD Jawa Barat pun masih menunggu arahan dari DPP Hanura soal sikap politik Hanura di Pilgub Jabar. Termasuk skema politik yang akan muncul melihat situasi politik saat ini.

”Sangat bisa gabung (ke Demiz)? Iya lihat tunggu tanggal mainnya saja deh. Untuk sementara semua bisa berubah, dan gak bisa juga politik itu dihitamputihkan. Jadi tunggu saja ya,” tegasnya.

”Iya, tentu kita memiliki parameter atau syarat untuk gabung ke koalisi ataupun calon yang akan pilih. Toh Demiz sudah menghargai Hanura yang memang partai dengan suara terkecil (tiga kursi, Red) di DPRD Jabar,” terangnya.

Parameter kedua tambah Aceng,  lalu DPP Hanura menekankan koalisi dan calon yang akan dipilih Hanura di Pilgub Jabar harus satu visi dan misi. Termasuk mendorong parameter utama, kader Hanura harus bisa ikut menjadi wakil gubernur. (yan/mg2/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.