Demiz Tetap Ikhtiar Dukungan

64

jabarekspres.com, Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengakui bahwa kedatangannya ke beberapa DPD Partai Politik di Jabar bukan saja membawa misi sebagai Ketua Pembina partai politik se-Jabar. Tapi ada pembahasan soal wacana dukungan kepada dirinya.

”Yang jelas saya datang sebagai pembina parpol di Jawa Barat, dan ya jadi bakal calon juga. Kita akan terus berkomunikasi dengan semua partai politik dan akan berkunjung ke semua DPD, DPW parpol,” tuturnya kepada Jabar Ekspres, baru-baru ini.

Mengenai hasil pertemuan tersebut lanjut Deddy, memang tidak memungkiri akan ada kemungkinan dirinya diusung oleh PDIP sebagai gubernur atau pun wakil gubernur dalam perhelatan Pilkada Jabar 2018.

”Memang ada indikasi saya ke PDIP, dan kemungkinan itu bisa besar juga. Tapi ya belum tahu juga, kan baru tatap muka sekali. Jadi ya, lihat saja nanti, dan jangan sampai bertepuk sebelah tangan seperti yang sudah-sudah,” terangnya.

Namun demikian, pertemuan tersebut hanya ikhtiar saja. Sebab, belum tentu dukungan pun akan pasti diberikan PDIP. Yang jelas, DPD PDIP saat ini sedang membuka penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Teknisnya, pada Sabtu (21/10) akan ada pertemuan PDIP dengan mengundang semua bakal calon yang sudah mendaftar untuk berdiskusi atau berdialog dengan 44 pakar dari berbagai jenis disiplin ilmu.

”Tapi saya enggak tahu bisa datang atau enggak, soalnya lagi umrah. Ya, lihat saja nanti. Saya enjoy aja gak buru-buru amat. Mau didukung atau enggak lihat saja nanti, yang penting silaturahmi jalan terus. Jangan sampai ada hubungan emosional yang belum selesai,” katanya.

Di sisi lain, soal komunikasi politik dengan Partai Gerindra, jelas Deddy, sampai saat ini masih baik. Rencananya, dia akan datang ke DPD Partai Gerindra dan partai politik lainnya yang ada di Jawa Barat.

”Gerindra, ya nanti saya akan datang juga ke DPD Gerindra sebagai pembina parpol, dan semua parpol akan saya kunjungi. Nanti ke Nasdem, PKB dan lain-lain untuk membicarakan soal kondisi Jawa Barat, komunikasi politik juga,” jelasnya.

Apakah kedatangan ke Gerindra nanti pihaknya akan menandatangani fakta integritas atau komitmen yang diminta Gerindra? Deddy mengaku belum mengetahui pasti. Yang jelas soal fakta integritas ataupun komitmennya hingga ongkos politik yang dminta Gerindra tersebut masih ditunggu kepastiannya.

”Soal fakta integritas yang diminta Gerindra, saya tunggu kok. Saya pernah berkunjung ke Gerindra tapi Pak Mulyadinya tak kunjung tiba. Ya pertemuan nanti-mah wallahualam bissawab,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi mengatakan, soal kedatangan Deddy Mizwar ke DPD PDIP dan Perindo beberapa waktu lalu adalah hak dirinya sebagai Wakil Gubernur Jabar.

”Jadi, menurut saya sah-sah saja beliau membangun komunikasi dengan partai manapun. Selama tetap menjaga niat baik untuk kemajuan Jabar,” tuturnya kepada Jabar Ekspres, kemarin.

Menurut dia, Gerindra tetap pada komitmen awal yaitu parameter bakal calon yang akan diusung partai yang berlogo burung Garuda ini adalah kader. Hal ini sebagaimana yang terus dikatakan oleh Ketua Umum Gerindra.

”Jadi ya, biar saja, proses demokrasi di Jabar berjalan secara sehat, kondusif dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” katanya.

Jika kemudian tambah Mulyadi, akhirnya Deddy Mizwar yang diusung oleh DPP Gerindra. Maka, DPD Gerindra Jabar akan fatsun jika memang surat rekomendasi tersebut sudah keluar dari DPP.

Sekretaris Jenderal DPD Partai Gerindra Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe mengatakan, hak pribadi Deddy Mizwar untuk mengunjungi DPD partai politik manapun. Baik kapasitasnya sebagai wakil gubernur atau pun bendera lainnya. ”Ya, itu sah-sah saja. Kemudian hal lain sebagai pribadi beliau yang juga punya hak politik,” katanya. (mg2/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here