Daging Kerbau Beredar di Pasar

21

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat menemukan sejumlah daging kerbau di beberapa pasar di Jawa Barat. Akan tetapi, jumlah daging kerbau yang dijual masih sedikit.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Dodi Firman mengatakan, daging penemuan daging itu diketahi saat pihaknya melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar. ”Memang ada pihak kami yang menemukan, tapi jumlahnya tidak banyak,” ucap Dodi saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Seperti di ketahui pada bulan September lalu, Pemerintah Pusat membuka impor daging kerbau dari India. Hal ini dilakukan guna menekan harga daging sapi yang terus melambung.

Menurut Dodi, walaupun ada ekspansi  daging kerbau, para pedagang pasar di Jawa Barat menolak ada daging kerbau. Sehingga, khususnya di Jawa Barat tidak ada daging kerbau. Kalau pun ada, lanjut dia, hal tersebut mungkin hanya pesenan dari pedagang.

”Kemarin katanya menang dalam jumlah yang kecil,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia tidak bisa menyebutkan jumlah daging kerbau yang ditemukan. Akan tetapi, pihaknya akan terus memantau penjualan daging di pasar yang ada di Jawa Barat.

Walaupun begitu, ungkap dia dalam pengolahan tidak ada perbedaan antara daging kerbau dan sapi. Tinggal, masyatakat saja yang harus pintar-pintar mengolah.

Sementara itu, ketua Kadin Indonesia Helmy H Sheabubakar mengatakan, daging sapi di Indonesia masih di monopoli Australia. ”Biaya angkut dalam negeri masih sangat mahal. Hal itu yang membuat pemerintah lebih memilih menerima daging luar negeri,” ucap Helmy.

Selain itu, isu penyakit kuku dan mulut saat ini tengah menyebar luas. Padahal, penyakit itu tidak akan menyebar jika sapi yang dikirim dalam keadaan hidup. Apabila sapi dalam keadaan mati yang dikirim jelas tidak akan menyebar.

Lalu, penyakit tersebut hanya menyebar kepada sesama sapi. Tidak menyebar kepada manusia. Isu penyakit kuku dan mulut menyebar untuk daging asal India. Dalam hal ini, pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat yang bekerjasama dengan India. Sehingga menepis anggapan daging kerbau India berpenyakit kuku dan mulut.

”Kerbau asal India itu lebih aman. Bahkan, tingkat kolesterolnya sangat rendah. Jangan khawatir mengonsumsi kerbau,” pungkasnya. (nit/ign)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.