Daftar Pemain Paling Curi Perhatian Di Liga 1Indonesia

5
Peter Odemwingie dianggap sebagai marquee player tersukses di Liga 1 Indonesia

jabarekspres.com, JAKARTA – Total baru 91 pertandingan yang telah berlangsung musim ini, yang artinya, Liga 1 Indonesia masih jauh dari kata usai. Meski begitu, dari 91 pertandingan fourfourtwo telah berhasil melihat siapa saja pemain yang tampil impresif dan berhasil mencuri perhatian pecinta sepakbola Indonesia. (any/ign)

Peter Odemwingie

Di antara semua marquee player di Liga 1 saat ini, nama Peter Odemwingie dapat dianggap sebagai marquee player tersukses. Orang boleh mendebat, tapi nyatanya Odemwingie memang bermain luar biasa dan konsisten. Hingga pekan ke-11, Odemwingie telah mencetak 9 gol. Terbanyak di antara para pemain di Liga 1. Selain membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sejauh ini, penampilan luar biasa yang ditunjukkan pemain asal Nigeria ini turut berhasil membawa Madura United bertengger di urutan teratas klasemen sementara Liga 1.

Dalam formasi yang kerap diperagakan oleh Gomes de Olivera, pelatih Madura United, Odemwingie biasa ditempatkan sebagai penyerang tengah. Namun, di lapangan, Odemwingie tak terpaku pada posisi tersebut. Ia nyaris selalu bergerak menuju seluruh area pertahanan lawan, baik untuk menciptakan peluang bagi dirinya sendiri maupun membuka ruang bagi pemain lain. Kebiasaannya ini didukung pula oleh kemampuan dribel yang ia miliki.

Slamet Nurcahyono

Odemwingie boleh dianggap paling mencolok di antara seluruh pemain Madura United sejauh ini. Meski begitu, otak penyerangan Madura United justru ada pada diri Slamet Nurcahyo. Maka jelas namanya tak bisa dikucilkan begitu saja.

Kemampuan utama yang dimiliki pemain bernomor punggung 10 ini adalah visi dalam merancang serangan. Selain itu, Slamet memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan dribel. Fitur-fitur itu membuatnya berhasil memberikan 7 assist dan mencetak 1 gol untuk timnya sejauh ini.

Hal yang paling disesali dari Slamet Nurcahyo adalah usia yang sudah tidak lagi muda, yaitu 33 tahun. Dengan usia demikian, dapat dibilang kemunculannya ke permukaan terbilang terlambat.

Ivan Carlos

Performa menanjak Persela Lamongan akhir-akhir ini tak lepas dari peran penting Ivan Carlos. Ia berhasil membawa Persela berada di posisi keempat klasemen Liga 1 dan mencetak 7 gol, hanya kalah dari Odemwingie yang telah mencetak 9 gol.

Di Persela, Carlos tak hanya bertugas mencetak gol, tetapi juga bertugas pembuka ruang bagi rekan-rekannya. Laga menghadapi Arema yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan Persela bulan lalu menjadi bukti. Pada laga itu, selain mendulang satu gol, Ivan Carlos juga berjasa dalam merusak fokus pemain-pemain bertahan Arema lewat pergerakan cair yang ia lakukan. Ia juga berhasil mencatatkan satu assist dalam laga tersebut.

Stevan Paulle

Kombinasi Stevan Paulle bersama Hamka Hamzah di lini pertahanan PSM Makassar terbukti ‘tokcer’. Keduanya berhasil menjadi salah satu duet lini pertahanan terbaik di Liga 1 sejauh ini. Dari 10 laga, gawang PSM baru bobol sebanyak 9 kali.

Kebiasaan Hamka dalam membantu penyerangan yang membuatnya terkadang telat mundur ke belakang, berhasil ditutupi oleh Stevan Paulle. Sebabnya, pemain ini lebih fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai pemain bertahan sehingga sangat jarang merangsek ke depan. Selain itu, ia juga punya kemampuan luar biasa dalam duel-duel udara.

Willem Jan Pluim

Penampilan luar biasa Wiljan Pluim sejak didatangkan pada akhir ISC A tahun lalu ternyata berlanjut hingga sekarang. Visi yang cerdas dalam merancang serangan, umpan akurat, serta ketenangan yang ia miliki, sukses membuat Pluim menjadi nyawa permainan PSM Makassar.

Jika melihat tubuhnya yang tinggi menjulang, nampaknya Pluim merupakan pemain yang tak banyak bergerak. Tapi anggapan awal itu tak dapat dibenarkan. Pluim merupakan gelandang serang yang rajin bergerak ke segala arah dan cukup gemar membawa bola. Ia biasa bergerak ke sayap untuk membuka ruang bagi para pemain sayap PSM, dan bahkan terkadang berada di barisan terdepan penyerangan. Kebiasaannya itu membuat penyerangan PSM tidak terkonsentrasi pada pola awal yang diterapkan sehingga begitu sulit ditebak.

Lerby Eliandry

Di antara deretan teratas pencetak gol terbanyak Liga 1 yang didominasi pemain asing, nama Lerby Eliandri menyelip sebagai salah satu dari sedikit pemain lokal yang mencetak banyak gol. Ia menjadi pemain lokal dengan gol terbanyak, yakni 7 gol, jumlah yang sama dengan Ivan Carlos.

Tubuhnya yang cukup tinggi membuat pemain Borneo FC ini punya keunggulan dalam bola-bola atas. Laga menghadapi Barito Putra pada pekan lalu menjadi bukti. Dua gol yang ia ciptakan pada laga itu berasal dari kepala sang pemain. Gol pertama tercipta melalui servis yang diberikan Ponaryo Astaman. Sementara gol kedua merupakan hasil umpan Flavio. Dua gol itu berhasil membawa Borneo mengungguli Barito Putra dengan skor 2-1.

Irfan Bachdim

Irfan Bachdim menjadi salah satu sosok penting di Bali United musim ini. Irfan memang baru mencetak satu gol, tapi namanya tak bisa dikucilkan begitu saja. Bersama Marcos Flores, Irfan menjadi sosok sentral penyerangan Bali United.

Meski kerap dipasangkan sebagai penyerang bersama Sylvano Comvalius, Irfan lebih terlihat sering bergerak bebas. Ia banyak bergerak mencari bola sehingga tak jarang ia akan terlihat berada di lini tengah dan kedua sisi sayap. Irfan juga selalu tampil penuh determinasi dan rajin menciptakan peluang – baik itu lewat umpan ataupun sebatas membuka ruang – bagi rekan-rekannya. Total sudah 3 assist yang ia berikan.

Andritany Ardhyasa

Persija menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Liga 1 sejauh ini. Hingga pekan ke-10, tim ibukota itu baru kemasukan 5 gol. Dari hasil tersebut, nama Andritany Ardhyasa memiliki peran penting. Total sudah 37 kali penyelamatan yang ia lakukan, tertinggi di antara kiper lain di Liga 1.

Penampilan apik Andritany di Liga 1 musim ini melanjutkan performanya pada Indonesian Soccer Championship tahun lalu. Sepanjang turnamen tersebut, Andritany total melakukan 101 kali penyelamatan bersama Persija. Hasil yang kemudian membuatnya dipanggil membela tim nasional untuk berlaga pada ajang Piala AFF 2016.

Fachrudin Aryanto

Melanjutkan performa apiknya di Sriwijaya FC pada ISC A tahun lalu, Fachrudin kini menjadi salah satu benteng pertahanan kokoh Madura United. Berkat duetnya bersama Fabiano Beltrame, gawang Madura United cukup terjaga. Total pemuncak klasemen ini baru kebobolan 9 gol.

Fachrudin Aryanto merupakan bek tengah yang memiliki kemampuan yang nyaris serupa dengan Hamka Hamzah. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan distribusi bola dari lini belakang yang baik. Namun, Fachrudin dinilai lebih disiplin dan cepat turun ke pertahanan setelah membantu penyerangan. Hal itulah yang tampaknya membuat Alfred Riedl lebih mengutamakan Fachrudin ketimbang Hamka Hamzah pada Piala AFF tahun lalu.

Evan Dimas

Ada begitu banyak pemain muda dan para debutan yang tampil cukup apik di Liga 1. Namun, kebanyakan dari mereka tidak konsisten. Riko Simanjuntak, misalnya. Meski sempat mencuat pada awal musim lewat gol dan kecepatannya, kini nama Riko mulai tak terdengar.

Salah satu pemain muda yang mampu tampil konsisten sejauh ini adalah Evan Dimas. Ia bersama dengan Firman Utina bahu-membahu di lini tengah Bhayangkara FC. Meski masih berusia muda, Evan tak canggung ketika dipasangkan dengan seniornya itu. Bahkan, ia mampu tampil tetap tenang lewat umpan-umpan pendek dan tusukan-tusukan yang kerap ia peragakan. Penampilan ciamiknya berhasil membantu Bhayangkara FC bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1, di bawah Madura United dan PSM Makassar.

Sebetulnya apa yang ditunjukkan Evan di musim ini tak begitu mengejutkan, sebab ia merupakan salah satu wonderkid yang sudah mencuat sejak membela tim nasional U-19 dan digadang-gadang menjadi suksesor Firman Utina. (fft/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here