Cee4Life Bantu Benahi Bonbin

6
BERI DUKUNGAN: Warga tengah memberi makan seekor unta di kebun Binatang Bandung, belum lama ini. Banyak orang menduga kebun binatang Bandung milik pemerintah Kota Bandung, padahal itu milik pribadi.

jabarekspres.com, BANDUNG – Wali Kota Badung M. Ridwan Kamil menemui perwakilan dari Cee4Life (Conservation and Environmental Education 4 Life, Red.) asal Autralia di Pendopo Kota Bandung, kemarin (5/9). Pertemuan itu untuk membahas permasalahan Kebun Binatang Bandung (Bonbin) yang saat ini menjadi sorotan dunia.

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, ada problem persepsi terhadap adanya kebun binatang. Kebun binatang tersebut banyak yang menyangka milik Pemerintah Kota Bandung, namun pada kenyataannya milik pribadi. ”Kebun binatang ini disangkanya milik pemerintah, padahal kan milik pribadi. Kedua, banyak kampanye-kampanye dari LSM yang menurut beliau (Cee4Life) sebenarnya motifnya tidak murni tapi uang dan macam-macam,” kata Ridwan Kamil pada wartawan, kemarin.

Dia pun mencontohkan kasus beruang yang dulu sempat viral di media sosial yang terlihat kurus, padahal beruang tersebut bukan karena tak ada yang memberikan makan namun memang sudah tua. ”Jadi dia sudah meneliti beruang yang kurus itu memang kurus karena ukuran usianya kalau manusia itu seperti kakek-kakek 90 tahun lah,” tambah Emil menjelaskan.

Sehingga saat ini Pemerintah Kota Bandung berkesimpulan akan mendorong kerja sama antara kebun binatang dengan Australia. Pihaknya juga akan menginisiasi adanya pertemuan Cee4Life dengan Kementerian Lingkungan Hidup. ”Ketiga dalam waktu sebulan akan mulai menginisiasi kampanye keterlibatan masyarakat dalam memperbaiki kebun binatang Bandung tidak hanya di level kota tetapi internasional,” sambungnya.

”Jadi kalau dari Pemkot. Saya senang sekali, berarti ada orang yang berilmu dan punya komitmen waktu mau datang ke Bandung mau memperbaiki kondisi kebun binatang Bandung yang menjadi perhatian dunia,” terangnya.

Hingga saat ini Cee4Life masih menunggu master plan yang tengah dibikin. ”Dia akan bikin master plan, nanti disitu apakah ada kebutuhan dana? Nanti kita fundraising. Ataukah hanya kebutuhan engagement,” lanjut Emil.

Sementara itu Founder/Director Cee4Life Sybelle Foxcroft mengatakan sejauh ini pihaknya sudah mulai bergerak dan turun langsung ke Kebun Binatang Bandung untuk memberikan masukan agar pemeliharaan hewan semain baik.

Salah satunya adalah bagaimana penyediaan kandang harimau yang baik, mengimbau gajah untuk tidak dirantai tapi diganti dengan kandang yang baik dan dibuat alat penjinak hewan yang sesuai standar ”Kita sudah beri pemahaman soal itu. Ini semata-mata demi meningkatkan kesejahteraan hewan. Kita sudah sepakat untuk menggalang pendidikan soal satwa liar,” ujar Sybelle yang didampingi rekannya Paula Makenzie Muni’in.

Cee4Life sendiri adalah sebuah organisasi non-profit yang memiliki misi perlindungan dan konservasi satwa liar di Australia, Asia Selatan, Asia Pasifik dan wilayah lainnya. (pan/ign)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here