BPR Kerta Raharja Bantu Skim Kredit Sanitasi

Sediakan Pinjaman Keuangan Mikro

6
KERJA BERSAMA Dirut PT. BPR Kertaraharja Moch. Soleh Pios (kedua dari kanan) menandatangani MoU dengan Dinkes Kabupaten Bandung Dr. Achmad Kustiaji (kedua dari kiri) disaksikan Bupati Bandung Dadang M. Naser (paling kiri).

jabarekspres.com, SOREANG – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja siap memberikan pelayanan penyaluran kredit sanitasi, yang dapat dipinjam oleh masyarakat sebagai bagian dari program perbaikan sanitasi diseluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Direktur Utama (Dirut) PT BPR Kerta Raharja, Mochamad Soleh Pios yang di wakili Kepala divisi Kepatuhan Beni Subarsyah mengatakan, menanggapi keluhan masyarakat Kabupaten Bandung tentang perbaikan sanitasi. BPR Kerta Rahaja sebagai lembaga keuangan, memiliki komitmen untuk mendukung program pemerintah untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat.

“Program keuangan mikro yang kami miliki namanya program MCR (Mudah, Cepat dan Ringan ) dengan suku bunga ringan sebesar 0,75% memungkinkan mekanisme kredit yang terjangkau untuk masyarakat, dengan proses aplikasi yang mudah cepat dan ringan ,” jelas Beni Kepada Wartawan di Soreang, kemarin (10/9).

Menurutnya Pemerintah kabupaten Bandung dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melalui program IUWASH (Indonesia Urban Water and Sanitation and Hygiene) bekerja sama menyediakan pinjaman keuangan mikro untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Sejak tahun 2014 lalu, PT. BPR Kerta Raharja sudah melakukan kerjasama dengan dinas Kesehatan kabupaten Bandung untuk menangani permasalahan sanitasi dan kesehatan masyarakat.

“BPR Kerta Raharja lewat kredit mikro sanitasi mendorong warga untuk membangun septik tank yang akan meningkatkan kualitas sanitasi dasar. Septik tank baru tersebut akan menampung dan mengolah limbah manusia dan mencegah limbah tersebut mencemari sungai, air tanah disekitar rumah warga,” katanya

Diberitakan sebelumnya puluhan rumah di Kampung Sukasari RT 1 RW 7 Desa/ Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung masih melakukan Buang Air Besar (BAB) langsung ke selokan disekitar pemukiman mereka. Air selokan yang kering mengakibatkan tinja yang langsung dibuang ke selokan mengendap, menimbulkan bau tak sedap dengan kerumunan lalat yang rawan menimbulkan bibit penyakit.

Somali (46) salah seorang warga setempat mengatakan sejak lama warga di kampungnya sebagian besar tidak memiliki septiktank. Meski sebenarnya hampir setiap rumah memiliki kamar mandi namun tinjanya langsung dibuang ke selokan dekat rumah mereka yang lebarnya sekitar 50 sentimeter itu. Sebenarnya, kata dia warga dikawasan pemukiman padat itu bukan tidak menyadari pentingnya kebersihan lingkungan, namun sayangnya karena rata-rata rumah mereka cukup padat. Sehingga tak memiliki lahan untuk membuat septik tank disetiap rumah, ukarnya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi mengaku program sanitasi masih berjalanan dan tinggal kesadaran dari masyarkat.

Dinkes telah membentuk KWS yang tersebar di 31 Kecamatan, dimana tugas KWS dan petugas sanitarian yang Ada di puskesmes- puskesmas Kecamatan, terus berusaha untuk men sosialisasikan kepada masyarakat.

Bahkan untuk menggenjot pogram sanitasi tersebut pihak Dinkes Kab. Bandung mengundang KWS yang ada di 31 Kecamatan untuk menindak lanjut pogram tersebut.

“program Sanitasi merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Pogram sanitasi bertujuan mewujudkan prilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” kata achmad

Dirinya menambahkan, Pogram sanitasi sebagai upaya preventif dan promotif terpadu terkait Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular berbasis lingkungan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Upaya ini diutamakan untuk kesehatan ibu anak dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Kepala Kantor Cabang BPR Kerta Raharja Ciwidey, Deni Rusnandar mengatakan, pihaknya telah siap memberikan pelayanan penyaluran kredit sanitasi kepada masyarakat yang ada di wilayah kerja BPR Ciwidey meliputi Tiga wilayah diantaranya kecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan Kecamatan Rancabali.

“Program sanitasi di wilayah Ciwidey masih berjalan bahkan untuk menggenjot target, petugas dari BPR telah bekerja sama dengan KWS maupun sanitarian (Puskesmas). Untuk menauksekan program tersebut, kami terus melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan dan para kepala desa maupun Puskesmas,” pungkas Deni (Rus/gun)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here