BPBD Siapkan Pendamping Trauma Healing Pasca Bencana

trauma healing
HIBUR KORBAN BENCANA: Pendongeng bercerita saat memberikan trauma healing korban banjir bandang Kabupaten Garut. Pemkab Bandung juga akan memberikan trauma healing terutama bagi anak-anak.

jabarekspres.com, SOREANG – Berbagai peristiwa musibah bencana alam memberikan dampak buruk bagi korban, baik langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung biasanya dialami adalah adanya trauma psikis.

Kondisi trauma tersebut perlu ditangani segera agar tidak berdampak semakin buruk bagi kehidupan individu di masa mendatang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira MP saat membuka Pelatihan Psikososial Trauma  Healing Pasca Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Hotel Zodiak, Kota Bandung, belum lama ini.

”Dari serangkaian upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, hal yang tidak kalah penting yakni penanganan psikis korban pasca bencana,” ucap Sekda yang juga sebagai Kepala BPBD Kabupaten Bandung.

Dia menuturkan, tujuan dari kegiatan ini harus memberikan informasi mendalam mengenai trauma healing, mengaplikasikan teknik dan keahlian mengenai penanganan korban trauma di masyarakat dan membantu survivor trauma untuk mengatasi trauma yang dialaminya.

”Pelatihan ini harus diberikan wawasan bagi para aparatur, relawan dan  masyarakat pada umumnya. Selain itu yang terpenting adalah aplikasin di lapangan,” ucapnya.

Sekda berharap, dengan adanya pelatihan ini semakin banyak masyarakat yang memahami bagaimana penanganan bagi korban yang mengalami trauma. Sehingga semakin banyak orang yang dapat ditolong dan mencapai kesehatan mental yang optimal.

”Banyaknya animo masyarakat dan harapan kita bersama, bahwa penguatan kapasitas untuk trauma healing korban pasca bencana harus juga dilakukan. Yakni sebagai upaya mengurangi penderitaan, meminimalkan keluhan, mempertinggi kemampuan mengembalikan kehidupan normal mereka,” tandasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Tata Irawan mengungkapkan, penanganan pasca bencana ini tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Berbagai upaya mulai dari pra bencana, tanggap darurat serta pasca bencana.

”Salah satu upaya pemerintah untuk pasca bencana yakni melalui pelatihan ini. Kesiapan masyarakat dan penggiat kebencanaan khususnya untuk pasca bencana,” ungkap Tata.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi ini, lanjut dia, melibatkan berbagai 50 peserta dari elemen aparatur sipil negara (ASN) juga relawan, dengan narasumber dari BPBD Provinsi, Pusat Kajian Bencana dan Pengungsi (Puskasi) Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS).

”Kegiatan ini melibatkan unsur dinas sosial, dinas kesehatan, dinas pemberdayaan perempuan keluarga berencana perlindungan perempuan dan anak (DP2KB), unit cegah siaga BPBD, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Bojongsoang, Pasirjambu, dan  Masyarakat Tangguh Bencana (MTB) Tenjolaya Kecamatan Cicalengka, MTB Pangalengan. (gun/fik)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here