Bobotoh, Dilarang Bawa Flare ke Stadion

Persib-bobotoh
DIJAGA KETAT: Supporter sepak bola menyalakan flare. Apabila bobotoh Persib kembali berulah dengan menyalakan flare, Persib bakal kembali terancam sanksi. Sehingga kepolisian melarang bobotoh membawa flare ke Stadion.

jabarekspres.com, SOREANG – Jelang lanjutan perhelatan Liga 1/2017 akhir pekan ini di Stadion Si Jalak Harupat. Komandan Stewart Laga Persib, Yusuf menegaskan agar para supporter dilarang membawa flare saat Persib menjamu Semen Padang, besok (9/9).

”Kami minta kepada seluruh elemen pendukung Persib Bandung, tertib. Terutama masalah flare yang dapat berakibat fatal,” kata Yusuf usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) di Mapolres Bandung Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin (7/9).

Yusuf mengungkapkan, para pendukung Persib harus berkaca pada pristiwa tewasnya pendukung Timnas di Bekasi yang diakibatkan flare yang dinyalakan oknum penonton. ”Masalah flare akibatnya fatal, kemarin kejadian di Bekasi. Sebelumnya di GBLA hingga Persib di sanksi. Jangan sampai ada kejadian-kejadian itu lagi karena tidak ada alasan untuk berbuat itu (menyalakan flare),” jelasnya

Yusuf mengimbau, bagi pendukung yang cinta Persib untuk tidak melanggar aturan yang telah disepakati pada Rakor keamanan bersama Polres Bandung. Masih banyak untuk meluapkan kegembiraan dan euporia yang lebih sopan.

”Persib lagi on fire, permainan Persib sedang bagus. Tidak ada alasan meluapkan kegembiraan dengan menyalakan flare, itu akan bahaya. Akibatnya fatal dan Persib pun akan kena sanksi oleh PSSI dan Internasional (Fifa) juga akan memantau juga,” imbaunya.

Koordinator Umum Panpel Persib Budhi Bram Rachman menjelaskan, persiapan pertandingan Persib melawan Semen Padang akan lebih ketat daripada pertandingan sebelumnya.

”Bobotoh tidak diperkenankan untuk membawa flare atau petasan  yang dapat merugikan Persib. Aturan ini adalah hasil rakor, ini tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan langsung dari Bobotoh,” jelasnya.

Pada pertandingan tersebut, panpel menyediakan 23 ribu tiket yang sudah dapat dipesan secara online. Selain flare, hasil rakor para pendukung Persib dilarang membawa atribut berupa giant flag yang dimana tongkatnya dapat membahayakan penonton. ”Hasil rakor, tidak boleh membawa giant flag pihak Kepolisian bukan berarti melarang untuk berkreasi. Ini demi keselamatan dan kenyamanan,” pungkasnya.

Untuk mengntisipasi oknum bobotoh membawa flare ke dalam stadion, Polres Bandung akan meningkatkan keamanan pada pertandingan Persib Bandung melawan Semen Padang akhir pekan ini.

Kapolres Bandung AKBP Nazly M Harap tidak ingin peristiwa pelemparan flare ke dalam stadion pada pertandingan Persib melawan Persija di Stadion GBLA dan tewasnya pendukung Timnas di Stadion Pakan Sari Bekasi terulang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

”Beberapa pertandingan tidak ada maslah yang berarti dan audah menunjukan tren yang positif,” kata Nazly.

Nazly menilai, dua laga yang dilakoni Persib di Stadion si Jalak Harupat bobotoh sudah mulai menunjukan kedewasaaanya. ”Saya harap bobotoh terus seperti itu dan menjaga sportifitas. Sepakbola itu hiburan bukan menjadi hal yang harus ditakuti, sehingga tidak menjadi beban pihak keamanan,” ungkapnya.

Kabag Ops Polres Bandung Kompol Widi Setiawan mengungkapkan untuk menjaga masuknya flare, senjata tajam masuk pintu stadion akan dijaga oleh anggota Brimob, TNI dan Polwan.

Pada pertandingan tersebut pihaknya akan menerjunkan 1.800 personel Polisi gabungan yang terdiri dari Anggota Polisi Polres Bandung, Brimob Polda Jabar, TNI, Kodim, Koramil, Instansi terkait, Satpol PP dan Dinas Pergubungan Kabupaten Bandung.

”Kami imbau kepada pendukung Persib untuk tidak membawa flare ke dalam stadion. Khususnya kepada ketua Bobotoh, Viking, Bomber dan lainnya untuk disosialisasikan kepada anggotanya. Hal tersebut tidak diperbolehkan yang nantinya akan merugikan tim kesayangannya,” imbaunya.

Untuk mengantisipasi itu, dari mulai pintu masuk penonton akan disweeping di badan, jaket dan tasnya. Widi menilai, biasanya flare yang masuk ke dalam stadion di bawa oleh penonton perempuan. ”Kalau sama Polisi iba terlebih dahulu sebelum diperiksa. Untuk memeriksa perempuan kami melibatkan Polwan, jadi kalau ada Polwan bisa diperiksa di seluruh tubuhnya,” ujar Widi.

Pihaknya berpesan kepada pendukung Persib untuk menjaga keamanan dan kenyamanan yang dapat merugikan Persib. ”Dendanya bisa sampai Rp 50 juta kalau menyalakan flare. Tolong menjadi Bobotoh dan sporter yang baik, tolong patuhi bersama banyak cara unyuk mensupport selain dengan alat-alat berbahaya. Dengan koreo dan sorak juga sudah memberikan motivasi,” pungkasnya. (rus/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here