bjb Kontribusikan Deviden untuk PAD Jabar

2
FAJRI ACHMAD NF /JABAR EKSPRES
RUPST BANK BJB: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kelima dari kiri) didampingi Dirut bank bjb Ahmad Irfan (keempat dari kiri) usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), kemarin (29/3).

jabarekspres.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendapatkan pemsukan dari Bank Jabar Baten (bjb) sebesar 240 miliar pada 2016 ini.

Atas hasil tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku sangat puas dengan capaian kinerja yang diberikan bjb

Dirinya menyebutkan se4cara total pembagian deviden ini berjumlah Rp 862,9 miliar yang diberikan kepada para pemegang saham, termasuk Pemprov Jabar.

“Ini menunjukan kinerja bjb sepanjang 2016 lalu luar biasa,’ jelas Aher ketika ditemui di gedung sate kemarin (5/4).

Sebagi pemegang saham mayoritas, Pemprov Jabar mendapatkan poirsi paling besar dengan total pembagian sebesar 56 persen.Sedangkan, sisanya digunakan untuk pos laba ditahan sebesar 34 persen untuk pengembangan perusahaan.

“Pembagiannya sudah baik, Pemprov Jabar sendiri mendapat deviden kurang lebih Rp340 miliar,” ujarnya.

Dengan capaian ini, Aher menilai bjb terbaik dibanding bank daerah lainnya di Indonesia. Untuk itu, hal yang sangat wajar apabila bjb menjadi salah satu bank berkinerja terbaik secara nasional.

Bahkan, untuk tipikal bank daerah bjb sangat diperhitungkan ditingkat nasional dan bisa bersaing dengan bank berlebel nasional sekalipun.

“lawannya adalah hanya bank nasional saja kalau bank-bank daerah kayanya enggga ada lawan,” ujarnya.

Semenatara itu, Direktur Utama bjb Ahmad Irfan mengatakan total dividen yang dibagikan ini setara 55% dari laba bersih 2016 sebesar Rp 1,56 Triliun.

“Porsi dividen yang dibagikan setara dengan Rp 890 per lembar saham atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 84,8 per lembar saham,” katanya.

Menurutnya perolehan dan kinerja yang positif terus ditunjukan bank bjb dengan perolehan laba bersih (bank only) yang naik sebesar 14,4% year on year.

Bahkan, membaiknya rasio kredit bermasalah (NPL Gross) pada akhir 2016 menjadi sebesar 1,69% dari 2,91% pada akhir 2015.

“Kita harapkan kinerjanya bjb akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan perekonomian Jabar maupun nasional semakin baik,”tutup Irfan (yan)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here