Bisnis Wisata di KBB Terus Berkembang

jabarekspres.com, NGAMPRAH– Bisnis lokasi wisata di Kabupaten Bandung Barat seperti Floating Market, De’ranch dan Farm House terus meningkat dan berkembang. Tentu keberhasilan itu tidak terlepas dari tangan seorang pengusaha bernama Perry Tristianto yang juga pemilik Farm House dan Floating Market tersebut.

Sebelum merintis lokasi wisata, Perry memilih bisnis factory outlet (FO) di Kota Bandung. Namun, saat ini bisnis tersebut berada di ujung tanduk. Hal ini disebabkan terus merosotnya pengunjung dan pembeli yang datang meski liburan tiba. “Keemasan bisnis FO atau distro sudah berakhir yang puncaknya terjadi pada tahun 2006-2007. Saat itu pengunjung yang datang bisa mencapai 3.000 orang dalam sehari. Seiring waktu, selera pasar mulai berubah. Kalau sekarang saat libur paling didatangi 400 orang dan itu belum tentu belanja,” katanya ditemui di Lembang belum lama ini.

Awalnya, dirinya sempat mendapatkan julukan sebagai raja FO karena memiliki belasan FO. Bahkan outlet yang dimiliki tidak hanya di Kota Bandung, tapi juga di sejumlah kota lainnya seperti Denpasar hingga Bandar Lampung. Tapi, saat ini FO yang dipertahankannya tinggal dua.

Agar perusahaan yang dipimpinnya di bawah bendera Perisai Group itu tetap mendapatkan pemasukan, dirinya menggarap sektor kuliner hingga pariwisata. Keputusannya tersebut tidak salah bahkan dengan objek wisata kreatifnya itu, namanya kian berkibar bahkan dia mulai dipercaya sebagai konsultan bisnis.
“Beberapa lokasi wisata tersebut responnya baik. Bahkan, lokasi foto selfie pun disediakan untuk memanjakan pengunjung yang datang,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Sri Dustirawati mengungkapkan, pemeritah daerah menargetkan agar objek wisata di Kabupaten Bandung Barat ini bisa lebih dikenal oleh banyak orang lagi. Sehingga banyak pengunjung yang datang ke KBB. “Wilayah utara seperti Lembang sudah banyak dikenal oleh orang. Dengan datangnya pengunjung menambah PAD ke kas daerah,” paparnya.

Sri menambahkan, tak hanya lokasi wisata milik swasta, dirinya juga mendorong terus agar wisata milik pemerintah seperti Situ Ciburuy, Guha Pawon dan Curug Malela dapat berkembang dan main banyak dikunjungi masyarakat. “Itu target kami agar PAD dari lokasi wisata milik pemerintah dapat terus meningkat,” tandasnya. (drx)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan