Berani Keluar dari Zona Nyaman

Ridwan Kamil, Cucu Kyai Yang Mendunia

KESEIMBANGAN MEMBANGUN: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memberikan ceramah dalam program subuh keliling di Masjid Al Fitroh, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

jabarekspres.co.id, BANDUNG – Sosok Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi salah satu tokoh yang sangat familiar di kalangan warganya. Bukan hanya karena eksistensinya berinteraksi dengan warganya di media sosial, tapi juga karena prestasinya yang seabrek selama hampir 4 tahun memimpin kota bejuluk Paris van Java.

Lewat tangan dinginnnya, tidak kurang dari 225 penghargaan diraih Kota Bandung dari dalam maupun luar negeri. Ditambah sejumlah program unggulannya yang mendapat apresiasi bukan saja dari lembaga, tapi yang lebih penting membawa perubahan dan mengakselerasi kemajuan di berbagai bidang.

Mochamad Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Kang Emil lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Kang Emil merupakan anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Dr Atje Misbach Muhjiddin, SH (Alm) yang berasal dari Sumedang dan Dra Tjutju Sukaesih berasal dari Ciamis.

Ayahnya adalah guru besar Fakultas Hukum Unpad sementara ibunya dosen Farmasi Unisba dan Staff Ahli LLPOM MUI Jabar. Sementara sang kakek, KH. Muhyiddin adalah seorang pemimpin Hisbullah pada perang kemerdekaan. Muhyiddin tercatat sebagai pendiri delapan pesantren yang tersebar di Jawa Barat dan diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Berlatar belakang keluarga akademisi yang juga kental dengan darah santri, membuat kehidupan masa kecil Kang Emil sangat akrab dengan dunia pendidikan.

Usai menamatkan sekolah negeri di Bandung, dia melanjutkan perkuliahan di arsitektur ITB hingga meraih gelar Master Urban Design di University of California, Amerika.

Setelah dirasa cukup merantau mencari ilmu di luar negeri dan bekerja di firma arsitek di Amerika dan Hongkong, dia pun memutuskan pulang ke Bandung dan mendirikan Urbane bersama teman-temannya sambil mengajar di ITB. Bersama Urbane, karya arsitekturnya tersebar di berbagai belahan dunia. Tak sedikit penghargaan yang telah diterima, di level nasional dan internasional. Desain Museum Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam pun dipersembahkan sebagai sebuah monumen untuk mengenang para korban.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here