Bendahara PGRI Kena OTT

Ditangkap Karena Lakukan Pungutan Sertifikasi

63

jabarekspres.com, CIANJUR – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Cianjur menga­mankan tiga orang terduga pelaku pungli dalam ope­rasi tangkap tangan (OTT), di SDN Gununghalu 1 Kam­pung Sipon Desa Ciranjang Kecamatan Ciranjang, Kabu­paten Cianjur.

Penangkapan ketiga pelaku yang dilakukan Sabtu (5/8) siang tersebut, kuat dugaan terkait pungutan terhadap para guru untuk dana serti­fikasi. Salah seorang pelaku pun merupakan pengumpul dana tersebut.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Cianjur, Kom­pol Santiaji Kartasasmita mengatakan, pengungkapan aksi pungutan itu dilaku­kan atas laporan warga, jika ada pungli yang dilakukan oleh pengurus PGRI Cabang Ciranjang terhadap guru SD dan transaksinya dipusatkan di sekolah tersebut.

Lihat Juga:  Sudah di Ruang Ganti, Dipanggil untuk Penalti

“Jadi ada pungutan ter­hadap guru SD oleh pelaku sebesar Rp 100 ribu per orang terkait dana sertifi­kasi yang diterima,” kata dia kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin (7/8).

Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim Saber Pungli Satreskrim Polres Cianjur mendatangi SDN Gununghalu dan melakukan OTT terhadap para pelaku. Tiga orang diamankan dalam operasi tersebut.

Ketiganya yakni RD, 55, seorang PNS yang bertugas mengumpulkan dana, AS, 54 merupakan bendahara PGRI Cabang Ciranjang, serta RNH. “Ketiga orang tersebut kami amankan, setelah melakukan OTT dan membawanya ke Mapolres Cianjur untuk diperiksa,” ungkapnya

Lihat Juga:  Marbella Suit Hotel Terbakar

Selain menangkap para terduga pelaku pungli dana sertifikasi, Tim Saber Pungli juga menyita uang sebanyak Rp 6,4 juta dan sebuah buku bukti rekapitulasi uang mas­uk dari para guru. “Bukti-bukti sudah kami amankan juga,” ujar Santiadji yang juga merupakan Wakapolres Cianjur tersebut.

Pengungkapan Pungli di lingkungan pendidikan tidak hanya sekali. Sekitar awal Mei, Polres Cianjur dan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) melaku­kan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan SMK. Dana iuran dan setoran mencapai Rp 50 juta pun diamankan sebagai barang bukti.(bay/tts)

Lihat Juga:  RSKIA Astana Anyar Akan Direlokasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.