Belajar Ilmu Jurnalistik itu Mudah

Hanya Butuh Berani dan Ingin Tahu

7
SERIUS TAPI SANTAI: Redaktur Harian Umum Bandung Ekspres Ahmad Taofik (paling kiri) saat menjelaskan cara menulis artikel untuk media masa dalam Zetizen Class di Redaksi Bandung Ekspres, Minggu (12/2).

HAI sobat Zetizen, udah tau kan apa itu jurnalistik? itu loh,, ilmu yang mempelajari bagaimana melaporkan suatu kejadian di sekitar masyarakat agar dipublikasikan di televisi, koran, radio atau bahkan majalah. Nah, orang yang berprofesi ini biasa disebut jurnalis alias wartawan, si pemburu berita.

Jadi wartawan itu asyik loh. Sebab, setiap hari kita diharuskan menggali informasi dari narasumber yang kompeten di bidang tertentu. Coba, mau nggak pinter gimana? tiap hari ilmu kita bertambah karena rajinnya wawancara dengan banyak narasumber. Mantap kan gan?

Zetizen BDG 3Menjadi seorang wartawan itu susah-susah gampang loh. Itu yang dikatakan Redaktur Harian Umum Bandung Ekspres Ahmad Taofik alias Kak Opik saat mengisi materi Zetizen Class perdananya di redaksi Bandung Ekspres, Jalan Soekarno Hatta, kemarin (12/2).

Susahnya, karena seorang wartawan harus memiliki ilmu tentang jurnalistik. Tak sembarang orang bisa menjadi wartawan, harus belajar dulu guys.. Gampangnya, menjadi wartawan itu Cuma perlu dua modal utama. Yakni, selalu ingin tahu dan berani.

Zetizen BDGYups, seorang wartawan harus memiliki sikap skeptis, alias ingin bertanya terhadap segala informasi yang dia terima. ”Bertanya ini untuk menggali lebih dalam informasi dan data-data yang diperlukan redaksi. Makin komplit data, makin bagus dan menarik lah tulisan alias beritanya,” ujar Kak Opik.

Soal berani, itu hal yang wajib dimiliki wartawan. Wartawan harus berani ’malu’, eits.. maksudnya berani untuk mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. Contohnya, berani berhadapan dengan orang penting seperti wali kota, gubernur, hingga presiden.

Sola kejelian dan kemampuan mengembangkan pertanyaan yang diarahkan kepada narasumber, itu bisa dipelajari dan diasah seiring dengan jam terbang wartawan. Yang penting, si wartawan memegang rumus berita yang mencakup 5 W + 1 H (what, who, why, where, when dan how). simple kan?

So, tunggu apalagi, yuk kita bersama-sama belajar ilmu jurnalistik agar memiliki karya dan bermanfaat bagi orang lain. Ingat, gajah mati meninggalkan gadingnya, harimau mati meninggalkan belangnya, manusia mati meninggalkan karyanya. (azu/fik)

Zetizen BDG 4

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here