Ara Ajak Mempancasilakan Indonesia

Galang Dana Bantu Umat Muslim Rohingya

1
Maruarar Sirait, anggota DPR RI Komisi XI dari PDI Perjuangan saat kunjungan kerja Perseorangan ke kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, dengan menggelar acara kesenian dan penggalangan dana, Sabtu (9/9). IGUN GUNAWAN/JABAR EKSPRES;

SUMEDANG – Maruarar Sirait, anggota DPR RI Komisi XI dari PDI Perjuangan saat kunjungan kerja Perseorangan ke kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Dalam kesempatan itu mengajak masyarakat setempat untuk turut serta membantu umat muslim Rohingya yang tengah tertindas.

Penggalangan dana secara spontan itu berhasil mengumpulkan dana Rp 9.675.000, dana tersebut rencananya akan diserahkan melalui PMI Kabupaten Sumedang. Ara menyebutkan itu merupakan bentuk rasa kepedulian masyarakat Jatinangor. “Itu merupakan bentuk gotong royong daripada rakyat yang ada di Jatinangor bersama sama. Nanti rencananya akan dikirimkan melalui PMI Kabupaten Sumedang,” kata Maruarar Sirait, Sabtu (9/9).

Disebutkan Ara, Indonesia sesuai dengan mukadimah UUD 1945 secara keseluruhan Indonesia sudah sangat peduli dalam ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. ”Satukan perkataan perbuatan seperti kata bung Karno. Jokowi sebagai Presiden itu tidak banyak retrorika, tapi perbuatannya itu langsung di jantung jantung permasalahan seperti tadi kan, memberikan bantuan (untuk Rohingya) membangun rumah sakit, sekolah,” tambahnya.

Bentuk kepercayaan dunia pada pemerintah Indonesia dikatakan Ara, dengan diperbolehkannya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menggelar pertemuan dengan Aung San Suu Kyi di kota Nay Pyi Taw Myanmar, Senin (4/9) lalu. ”Menteri luar negeri satu satunya yang bisa masuk ke sana. Jadi kalau tidak dipercaya oleh semua pihak, mana bisa begitu. Jadi ukuran-ukurannya (Jokowi) itu terukur. Kalau kita memberikan apresiasi ya beri apresiasi. Kalau Indonesia tidak cepat, saya sebagai anggota DPR bisa mengingatkan, mengkritik. Tapi dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi itu, tidak ada kata lain selain memberi apresiasi. Marilah kita menjadi bangsa yang adil, jujur dan sportif, kalau bagus ya bilang bagus. Kalau salah ya bilang salah,” tandasnya.

Ara menekankan untuk bersama sama memperjuangkan Pancasila bersama sama terlepas dari perdaan suku, agama dan beda partai. ”Saya hanya menggunakan satu kalimat, mari kita mempancasilakan Indonesia. Artinya apa? Itu kan mem yang merupakan kata kerja, mari kita bekerja mempancasilakan Indonesia. Jadi kita memang beda beda, tapi kan itu sudah menjadi komitmen kita untuk bersatu, mari kita berkolaborasi. Saya gerakan dimana mana, dan ternyata pendukung Pancasila itu besar. Kalau ada yang mengganggu Pancasila, akan berhadapan dengan rakyat Jawa Barat dan Indonesia, kita bersatu melakukan itu,” imbuhnya. (ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here