Akses ke Tol Soroja Ditutup Warga

”Kadang-kadang sub konstraktor ini menunda-nunda pembayaran. Apalagi ini kontraktor lokal entar-entaran dulu, ya mandeklah. Semuanya juga kalau seperti itu akan jadi masalah,” katanya kepada wartawan

Dalam berbagai kesempatan, Bagus mengaku berulangkali mengingatkan PHI mengenai pembayaran hak-hak warga setempat dan mereka mengaku sudah menunaikannya. Akan tetapi, hingga kini ternyata masalah tersebut tak kunjung bisa diselesaikan. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan stafnya untuk mengecek kondisi di lapangan dengan mengikuti pertemuan antara warga dan sub konstraktor yang difasilitasi pemerintah daerah.

Saat ini, permasalahan tersebut sudah selesai dan PHI berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut agar tidak merugikan terhadap pelaksanaan proyek secara keseluruhan yang akan berdampak pada molornya pengerjaan jalan yang menghabiskan anggaran hingga Rp1,3 triliun tersebut.

Disinggung mengenai progres pembangunan, Bagus menyatakan, saat ini sudah mencapai 70 persen. Dengan kondisi cuaca yang kondusif tidak ada hujan dalam sebulan, dirinya yakin proyek tersebut akan tuntas sesuai dengan target awal.

”Memang ada kendala, kebutuhan tanah untuk pengurugan itu mencapai 3 juta kubik, makanya dalam sehari kami butuh 13.000 kubik,” ucapnya. Pengambilan tanahpun tidak mudah karena tidak bisa sembarangan mengambil dari bukit atau gunung yang ada. Kondisi tersebut diperparah dengan akses jalan yang sempit sehingga kendaraan truk besar tidak bisa masuk.

”Idealnya diangkut dengan truk kapasitas 30 ton, yang bisa malah 8 ton. Itu tidak bisa disesali jadi kami kerjakan 24 jam,” pungkasnya. (rus/ign)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan