Akses ke Tol Soroja Ditutup Warga

SEGEL WARGA: Warga Parung Serab, Kecamatan Soreang melakukan penyegelan dengan menggunakan kertas karton akibat ulah kontraktor yang ingkar janji pada warganya.

jabarekspres.com, SOREANG – Puluhan warga Desa Parungserab Kecamatan Soreang melakukan penutupan jalan akses menuju proyek tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes, karena selama adanya pelaksanaan proyek tersebut warga sekitar banyak yang dirugikan.

Muhamad Sani, warga Desa Parungserab menyebutkan selama pelaksanaan proyek tersebut, ada sembilan RW di Desa Parungserab yang terkena dampak secara langsung dari berbagai aktifitas proyek pembangunan. Salahsatunya pengangkutan tanah urugan, mobilisasi alat berat dan pengangkut material lainnya. Semua aktifitas tersebut, membuat warga resah. Apalagi disinyalir sering terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak setelah adanya proyek tol.

”Pihak pengembang sub kontraktor yang dulu pernah menjanjikan ada kompensasi ganti rugi untuk warga, dengan membuat MoU tertulis. Kompensasi yang akan diberikan berupa perbaikan jalan, pembangunan sarana ibadah serta pemberian uang sebesar Rp 5 juta per RW,” jelasnya kepada wartawan disela rapat koordinasi bersama perwakilan warga dari 9 Rw di Aula Desa parungserab, Selasa (18/4).

Menurutnya, selain menjanjikan kompensasi kepada warga untuk perbaikan sarana umum dan pembangunan tempat ibadah, pengembang juga menjanjikan akan mempekerjakan putra daerah. Namun kata dia, semua janjit itu pada kenyataannya tidak terealisasi.

”Dulu pernah ada beberapa orang warga yang dipekerjakan, namun sayangnya upahnya tidak dibayarkan oleh pihak pengembang proyek ini. Pelaksanaan proyek tol Soroja sudah berjalan sejak awal 2016, tapi warga tidak merasakan dampak positifnya,” jelasnya.

Sani menambahkan, pihak pengembang PT. KHI yang merupakan sub kontraktor dari proyek PT Grider Indonesia sebagai kontraktor utama proyek tersebut, telah berganti dengan pengembang lain. Namun tetap saja, pengembang baru enggan memberikan kompensasi ke warga. Sehingga, kata dia, sampai kapan pun warga akan tetap menuntutnya. Jika kompensasi yang diinginkan warga itu tak kunjung direalisasikan, maka warga akan terus memblokir jalan akses menuju proyek Jalan Tol Soroja itu.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR