90 Persen SMK di Jabar Ikuti UNBK

0

jabarekspres.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Provinsi Jawa Barat berjalan lancar. Hal ini diungkapkan Aher –sapaan Ahmad Heryawan-usai meninjaa pelaksaan UNBK di SMK Negeri 1 Bandung di Jalan Wastukencana, kemarin (3/4).

Alhamdulilah, pada pagi ini (kemarin) menyelenggarakan UNBK serentak di Indonesia. Sekarang jadwal untuk SMK. Sedangkan untuk SMA akan dilaksanakan pada Senin depan,” kata Aher.

Aher mengungkapkan, sekolah tingkat SMK peserta UNBK di Jabar sudah mencapai 90 persen. Dia mengatakan, tahun ini di SMK, peserta UNBK 233.897 siswa dari 1.941 sekolah. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun lalu yang hanya 113.166 siswa.

Jika tahun lalu pelaksanaan UNBK berlangsung serentak antara SMK dan SMA, namun kali ini berbeda waktu. ”Ada beberapa sekolah SMK yang belum siap melaksanakan UNBK. Tapi, sekolah itu sekolah yang baru dan berada di daerah pedalaman seperti SMK Cidaun, SMK Ujung Genteng dan beberapa Sekolah SMK baru lainnya,” tegas Aher.

Terpisah Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Bandung Nina Wiryani menjelaskan, peserta UNBK di SMKN 1 Kota Bandung diikuti 484 peserta didik. Di antaranya 26 siswa dan 458 siswi dari semua jurusan Bisnis Manjemen dan Pariwisata.

Adapun jumlah lokal yang digunakan ada lima ruang yang dibagi menjadi tiga shift. Menurutnya, sekolahnya ini sudah sangat siap melaksana­kan Ujian Nasional (Unas) dengan sistem UNBK.

”Pelaksanaannya dibagi tiga shift. Yakni pukul 07.30 -09.30, 10.30 -12.30 dan 13.30 -15.30,” pungkasnya.

Di tempat berbeda, Wakil Gubernur Jawa Darat Deddy Mizwar juga memastikan, pelaksanaan ujian ini ber­langsung lancar.

”Seratus persen tertib, walau­pun bangunan ada yang rusak-rusak, tapi nggak ada yang bocor. Peserta juga semua sehat, semua hadir untuk mengikuti UNBK,” tuturnya.

Menurutnya Deddy, kalau­pun ada kabupaten atau kota yang belum optimal dalam pelaksanaan UNBK, dipasti­kan terkait kendala teknis.

Namun, dia mengapresiasi pelaksanaan UNBK tahun ini, selain dapat menghemat ang­garan. Bagi dia, ujian ini juga sebagai latihan pendidikan berbasis teknologi.

Dia juga mengapresiasi pe­serta UNBK tahun ini yang cukup meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelum­nya.

”Lebih murah, menyiapkan siswa juga untuk teknologi TIK, (Jabar) kan semestinya 100 persen. Tinggal dicek jaringan kabupaten dan kota mana yang nggak ada jaringan, kalau komputer kan bisa dibeli,” tandas. (dn/fik)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here