50 Foodstartup Bertemu dengan Para Investor

seminar FSI
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
BINA WIRAUSAHAWAN: Wakil Kepala Bekraf Indonesia Ricky Joseph Pesik menyampaikan materi pada sesi seminar FSI, kemarin

jabarekspres.com, BANDUNG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi 50 startup asal Bandung bertemu dan sharing produk kuliner dengan sejumlah investor.

Menurut Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, pertemuan tersebut diharapkan dapat menciptakan industri kreatif baru. Sebut dia ada 50 pengusaha baru yang lolos dan ikut dalam Demonday Food Startup Indonesia (FSI). Sebut Hutomo, mereka para pengusaha kuliner pilihan yang akan dipertemukan dengan para investor agar tertarik memberikan modalnya kepada pengusaha kuliner itu.

“FSI adalah pilot projek yang sukses kami gelar. Sehingga, kami selenggarakan di Dua kota. Harapanya agar lebih banyak food startup yang bisa mendapatkan investor,” jelas Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo saat ditemui usai seminar Demoday di Jalan Setiabudhi, kemarin (17/7).

Lanjut Fadjar, Bekraf memfasilitasi startup kuliner demonday FSI ini untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kualitas produk melalui mentoring dan pitching program serta bertemu investor sebagai pemilik modal non perbankan.

”Penyaluran modal dari investor, bisa digunakan untuk mengembangkan produk dan jasa kreatif yang memiliki potensi pasar yang besar,” terangnya.

Jelas Fadjar, pengusaha yang mendapatkan modal dari investor non perbankan agar bisa lebih mengembangkan produknya dan meningkatkan penghasilannya. “Daya saing yang berkualitas sehingga meningkatkan eksistensi produk kreatif,” jelasnya.

Selain itu Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Ari Juliano Gema mengatakan agar para pelaku ekonomi kreatif ini, agar mendaftarkan hak ciptanya kepada pemerintah agar bisa di jamin keaslian produknya. ”Saya harap mereka bisa mendaftarkan produk mereka,” jelasnya.

Terang Adi, pihaknya akan memberi bantuan dana untuk pembuatan KHI dengan modal seratus persen agar mereka bisa bersaing dengan produk yang serupa di pasaran. “Dengan adanya HKI nanti produknya tidak akan ditiru, jikalau ditiru bisa menggugatnya ke pengadilan,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here