376 Sapi Dibikin Bunting Bareng

3
SAMBUT HUT: Bupati Bandung, Dadang M Naser didampingi istri, saat memantau hewan yang berada di Pasar Hewan Majalaya, dia berharap keberadaannya dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan program peningkatan perekonomian masyarakat.

jabarekspres.com, MAJALAYA – Kabupaten Bandung tengah gencar meningkatkan ketahanan pangan dengan program peningkatan perekonomian masyarakat, terutama di bidang peternakan. Salahsatunya dengan dibukanya pasar hewan.

Menurut Bupati Bandung, Dadang M Naser, pasar hewan tersebut merupakan program inseminasi buatan (IB) upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab). ”Pasar Hewan ini dibuka untuk meningkatkan para perekonomian rakyat khusus untuk para perternak sapi, domba, kelinci dan lainnya. Selain itu juga para pertenak pun akan gampang mencari bibit unggul, sehingga di pasar ini sudah disiapkan bibit unggul. Masyarakat pun siap membeli hewan yang sehat dan siap potong,” kata Dadang usai pembukaan pasar hewan Majalaya, di Jalan Anyar Majalaya pada Rabu (12/4).

Seditiknya ada 376 ekor sapi di pasar tersebut siap bunting dengan serentak. Kejadian langka tersebut, langsung mendapat apresiasi dengan mendapatkan Rekor Muri,  inseminasi buatan serentak dalam Upsus Siwab.

Dari rencana penyuntikan hormon melalui inseminasi buatan, lanjut Dadang, sebanyak 594 ekor wajib bunting, akan ditargetkan 376 ekor, sesuai tahun hari jadi. Menurutnya adanya pasar hewan, selain untuk peningkatan perekonomian masyarakat, juga bisa menampung hasil ternak juga sebagai sarana pemasaran peternakan dengan transaksi yang optimal.

”Walau sudah melakukan transaksi jual beli sejak 27 Februari lalu, kita targetkan 24.500 ekor per tahun sapi wajib bunting. Namun bersamaan dengan peringatan hari jadi tahun ini, sudah dilakukan penyuntikan hormon pada 376 ekor,” ucapnya.

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, pasar hewan merupakan fasilitas pasar yang berupa peralatan/los yang dikelola oleh Pemkab Bandung  yang digunakan untuk tempat jual beli ternak.  ”Dasar dalam membangun pasar hewan ini adalah amanah Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 Tahun 2009 yang menerangkan bahwa Pemerintah wajib memfasilitasi kegiatan pemasaran ternak dan produk peternakan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, pendirian pasar hewan ini tentunya memiliki tujuan, selain untuk menyediakan fasilitas jual beli ternak yang memadai, juga agar tercipta iklim perdagangan yang sehat dan tertib melalui pengendalian harga ternak dan standar mutu produksi. Untuk ketahanan pangan bidang peternakan ini, Dadang berharap masyarakat tidak perlu membeli daging impor tapi sebaiknya hadirkan bibit unggul sapi penghasil daging dan susu, yang selanjutnya dikembangkan oleh peternak Kabupaten Bandung.

”Tujuan lainnya adalah tercapainya kepastian hukum jual beli ternak, adanya pengawasan terhadap perdagangan ternak dan pencegahan terhadap penularan penyakit hewan. Ke depan, kita tidak usah konsumsi daging sapi dan susu impor tapi kembangkan bibitnya di sini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Ir. H. A Tisna Umaran menuturkan, sejak 27 februari sudah dilakukan transaksi terjual domba 357 ekor, sapi 41 ekor, kambing 3 ekor dan kerbau 3 ekor. Dalam rangka Upsus Siwab tahun ini, pihaknya mentargetkan 24.500 ekor sapi melalui inseminasi buatan dengan melakukan penyuntikan hormon pada ternak di 5 wilayah kecamatan.

”Lokasi wilayah kerja untuk penyuntikan hormon yaitu 161 ekor di lokasi wilayah kerja Kecamatan majalaya, 155 ekor di Pangalengan, 83 ekor di Kertasari, 48 ekor di Katapang dan 130 ekor di wialyah kerja Kecamatan Pasirjambu,” tuturnya.

Dia berharap launching tersebut dapat memberikan bantuan hormon untuk Siwab diberikan oleh beberapa pihak seperti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dengan 100 hormon. Balai Penyidikan dan Pengujian Verteriner Subang 100 hormon dan dari Kab.Bandung sebanyak 80 hormon. Dia memastikan akan ada penambahan untuk 800 ekor populasi hewan ternak.

”Sedangkan bantuan kendaraan puskesmas hewan diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Selain itu polis asuransi juga diberikan bagi 180 orang peternak. Selanjutnya dari pihak bank bjb  menyediakan 400 unit KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang masing-masing senilai Rp 25 juta/unit,” katanya.

Menyikapi fasilitas, dia menyebutkan secara umum sudah cukup lengkap, di pasar tersebut juga sudah ada tempat timbang ternak, tempat pelayanan IB dan kesehatan hewan. Selain itu ada tempat penurunan dan penaikan ternak, gazebo, tambatan, mushola, toilet, bursa ternak, pos retribusi, kantor, tempat parkir roda 2 dan truk/pick up, dilengkapi juga dengan tempat pengolahan sampah, kantin dan juga dilengkapi dengan surat keterangan transaksi di pasar ternak dan keterangan bahwa ternak yang dijual sehat. (yul/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here