Timnas Tidak TC di Luar Negeri

PSSI: Dana dari Pemerintah untuk Ujicoba

25
Timnas-U-19
ULANG REKOR: Tim Nasional Indonesia U-19 berharap bisa kembali bersinar seperti prestasi yang diraih beberapa tahun lalu.

bandungekspres.co.id, Jakarta – PSSI menyatakan tak akan mengirim timnas senior Indonesia untuk pemusatan ke luar negeri. Federasi sepakbola Indonesia itu bakal memanfaatkan dana bantuan dari pemerintah untuk menggelar sejumlah laga ujicoba.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengusulkan agar timnas bisa melakukan pemusatan latihan di luar negeri. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2016.

”Kami tidak akan melakukan TC di luar negeri. Bantuan dari pemerintah akan kami gunakan untuk laga ujicoba saja,” ujar Sekjen PSSI Azwan karim.

”Proposal sudah kami siapkan. Mungkin antara satu atau dua hari ke depan kami kirim ke Kemenpora. Proposal itu terkait persiapan timnas senior dan U-19,” tambahnya.

Rencanya Timnas senior Indonesia berlatih mulai awal Agustus di Karawaci, Tangerang. Skuad Merah Putih juga telah diagendakan menggelar ujicoba pada 6 September.

Sementara itu, timnas U-19 saat ini sudah melakukan pemusatan dengan 40 pemain seleksi. Tim besutan Eduard Tjong itu berencana menjajal Filipina dalam laga ujicoba pada bulan depan.

Sementara itu, Persija Jakarta mendukung dan merestui pemain-pemainnya yang akan dipanggil untuk membela tim nasional Indonesia pada Piala AFF 2016. Pembatasan dua pemain dari masing-masing klub pun dirasa cukup adil.

”Bagi kami itu tidak masalah, cukup adil. Meski ada pengaruhnya bagi tim apabila tanpa dua pemain itu. Tapi kami melihat kontribusi mereka (pemain) sama rata,” ujar Presiden Persija Ferry Paulus.

Sebelumnya PT GTS selaku operator Torabika Soccer Championship (TSC) sudah memutuskan setiap klub peserta kompetisi itu melepas masing-masing dua pemain terbaiknya ke timnas jika memang diminta pelatih Alfred Riedl. Keputusan itu diambil karena kompetisi dipastikan harus tetap berjalan bersamaan dengan persiapan timnas.

Kebijakan tersebut dipertanyakan banyak kalangan, karena terkesan mendahulukan kepentingan klub daripada negara – sedangkan Indonesia sudah lama tidak berprestasi di level internasional.

Ferry mengatakan mendukung penuh keputusan tersebut, siapa pun pemainnya yang akan dipanggil. Dia memahami bahwa membela timnas adalah impian dan cita-cita seluruh pemain.

”Persija support apa pun konsekuensinya. Kami sudah sepakat bahwa yang terbaik yang akan dipilih. Kompetisi tetap bergulir dan kami juga siap memberikan pemain yang terbaik yang akan dipilih oleh pelatih,” ucap Ferry.

”Tim nasional itu merupakan cita-cita dari semua pemain yang ada di seluruh dunia, menurut saya kompetisi yang baik akan melahirkan tim nasional yang baik,” urainya.

Ferry menilai, kompetisi merupakan sarana bagi pemain untuk menunjukkan kualitasnya. Bahkan, banyak klub yang turut melahirkan pemain-pemain muda berbakat, termasuk Persija yang mempunyai pemain-pemain debutan.

”Kalau kami lihat dari beberapa bulan ini, progresnya sudah sangat baik. Sehingga banyak pemain debutan yang tentunya akan dilihat oleh Alfred Riedl,” sebutnya.

Kabarnya ada sejumlah pemain Persija yang menarik perhatian Riedl, salah satunya adalah Ambrizal Umanailo dan Andik Rendika Rama serta kiper Andritany Ardhiyasa yang sudah berpengalaman bersama timnas. (bbs/rie)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.