Sebar 30 Relawan di Pantai Selatan

bandungekspres.co.id, CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyiagakan 30 relawan kebencanaan di pantai selatan Cianjur. Hal itu dilakukan untuk antisipasi korban terutama dari wisatawan di pantai Jayanti dan Apra. Sebab, kondisi gelombang laut masih tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman, mengatakan, waktu libur yang baru berakhir pada pekan ini membuat kemungkinan wisatawan yang datang tetap banyak. Sementara itu kondisi laut sedang tidak normal.

”Untuk yang libur kerja memang sudah tidak, tapi kan masih ada libur sekolah. Jadi kami antisipasi supaya liburan ini tidak jadi petaka bagi para wqisatawan,” kata dia, kemarin (13/7).

Menurutnya, kawasan pantai di Cianjur selatan kerap kali dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota. Terlebih dengan sudah adanya jalur jabar selatan yang mempermudah akses wisata.

”Semakin banyak yang atang maka semakin tinggi juga tingkat kerawanan keselamatannya, apalagi di kodisi laut yang tidak kondusif ini,” kata dia lagi.

Gelombang laut, menurut Asep, saat ini masih tinggi. Bahkan jangkauan gelombang sampai 50 meter dari bibir pantai. Kondisi ini, ujar Asep sangat berbahaya.

”Tingginya gelombang membuat wisatawan harus semakin berhati-hati. Jika tiak bisa terbawa ombak, seperti di kabupaten/kota lain yang berujung pada kematian,” kata dia.

Tidak hanya wisatan, Asep menambahkan, kios liar di kawasan pantai juga akan ditertibkan. Lokasinya yang begitu dekat dengan jangkauan ombak membuat‎ pihaknya khawatir terjadi hal yang tiak diinginkan kepeda pemilik kios tersebut.

”Belum lama ini sempat ada kerusakan yang memimpia puluhan kios. Tapi meski sudah dilarang tetap saja pedagang tersebut kembali membangun kios dan berjualan,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya lebih memilih untuk melakukan tindakan antisipatif dengan relawan tersebut. Posko relawan pun ditempatkan di salah satu desa yang dekat dengan kawasan pantai. Sehingga mobilisasinya bisa lebih mudah dan cepat.

”Yang paling penting saat ini menjaga keselamatan para wisatawan. Kami juga koordinasi dengan Disbudpar untuk lebih meningkatkan pengawasan agar tidak ada korban,” tandasnya. (bay/rie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan