Pergi Ke NASA Belajar Ilmu Luar Angkasa

Belajar gratis tentang ilmu angkasa langsung dari  National Aeronautics and Space Administration (NASA) siapa yang tidak mau?  Dari ratusan orang dari penjuru dunia, ternyata salah satunya berasal dari Bandung Barat.

HENDRIK KAPARYADI, BANDUNG BARAT

DIA adalah seorang guru Matematika di SMA Darul Hikam Internasional School (DHIS) Lembang Fitriani Juwita yang beruntung mengikutinya. Bahkan, pemerintah Amerika Serikat bertanggung jawab atas program luar angkasa.

Kurang lebih, seminggu perempuan berusia 25 tahun ini mendapatkan ilmu pengetahuan tentang luar angkasa. Sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Fitri mengikuti tes dalam website The Honeywell Educators at Space Academy.

Seleksi yang dilakukan pada bulan September-November 2015 lalu, membawa dirinya berangkat pada bulan Juni 2016. Program beasiswa ini selalu ada setiap tahunnya. Untuk memberikan kesempatan bagi guru-guru matematika di Indonesia.

”Di dalam tes ada pertanyaan yang memang cukup menantang buat saya. Tapi, akhirnya bisa lulus,” ungkap Fitri bangga kepada wartawan, belum lama ini.

Diakui olehnya, ada banyak peserta yang lolos, bahkan dari penjuru dunia. Diakui olehnya, selama belajar dirinya mendapat ilmu yang luar biasa dalam bidang luar angkasa.

Keberadaannya di NASA, kata dia, tidak hanya mendapatkan ilmu soal luar angkasa. Namun dirinya bisa berbagi ilmu serta sharing dengan peserta lainnya dalam kesempatan itu.

Tidak lupa juga dengan pengalamannya mengajar sebagai guru matematika di Indonesia. ”Di sana saya sharing pembelajaran kreatif dan mengatasi masalah di sekolah,” paparnya.

Pengalamannya selama di NASA, kata dia, harus menjaga kesehatan. Sebab, cuaca yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Selain itu, pola makan juga harus terjaga agar tidak mudah terserang penyakit.

Setelah pulang dari NASA, dirinya kembali beraktivitas dengan kesibukannya mengajar kepada para siswa. Bahkan, beberapa waktu lalu, perempuan berkerudung ini juga disibukan dengan kegiatan Hari Sumpah Pemuda, siswa SMP/SMA Darul Hikam Internasional School (DHIS) Lembang dengan menggelar rangkaian acara.

Di antaranya menjadi pembina acara “Time Kapsul”. Di mana para siswa diminta untuk menuliskan cita-cita mereka pada sebuah kertas. Setelah itu, kertas dimasukan kepada sebuah kapsul yang terbuat dari besi dan dikuburkan di halaman sekolah. (*/nit)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan