Pencairan Bonus Atlet Tunggu Kota Lain

1
PENGIKAT: Bupati Bandung, Dadang M Naser memberikan uang kepada para atlet yang berlaga di PON XIX 2016 secara simbolis.

bandungekspres.co.id, NGAMPRAH– Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat belum mencairkan bonus bagi para atlet berprestasi yang sudah menyumbangkan medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat. Namun, hingga Desember ini, pemerintah daerah masih menunggu pencairan dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya.

”Jangan sampai kita ngasih bonus lebih awal dengan nilai lebih kecil dari pada wilayah lain,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat Maman S Sunjaya kepada wartawan di Ngamprah, kemarin (4/12).

Menunggumya pencairan tersebut, bertujuan agar membuat para atlet ini tidak pindah ke kota/kabupaten lain. Ia mencontohkan, bila atlet asal Bandung Barat mendapat nilai bonus yang kecil, mereka pasti akan memilih wilayah lain yang jauh besar terhadap bonus yang diberikan.

”Kalau kita cairkan duluan, terus bonus kita kecil dibandingkan Kota Bandung, khawatirnya atlet kita memilih dan pindah ke wilayah lain. Makanya kita tunggu dulu,” ujarnya.

Sebanyak 35 medali yang disumbang pada saat PON dari para atlet Bandung Barat. Selain itu, kata Maman, Pemda juga memberikan kesempatan bagi para atlet untuk menjadi Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemda Bandung Barat.

Mereka ditawarkan untuk bekerja sesuai perintah Bupati Bandung Barat Abubakar. ”Sejauh ini banyak yang minat dan sudah ada juga yang mulai bekerja di berbagai dinas,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang atlet Bandung Barat Eka Setiawati mampu menyumbangkan medali emas saat ini menjalankan tugas sebagai personnel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Eka yang merupakan warga Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat, mengaku bangga setelah berhasil menyumbangkan medali emas.

Dirinya sudah mengikuti cabor gulat dalam ajang PON selama 3 kali. Pertama pada penyelenggaraan PON di Kalimantan Timur pada 2008 lalu mendapatkan medali perunggu, Kedua pada 2012 di Riau mendapatkan medali emas dan di Jawa Barat 2016 kemarin meraih medali emas.

”Saya mendapatkan emas dua kali pada PON Riau dan Jawa Barat. Saya bangga bisa berkontribusi menyumbangkan medali emas untuk Jawa Barat,” kata Eka.

Cabang olahraga gulat yang diikuti Eka pada kelas 58 kg berhasil mengalahkan atlet dari Kalimantan Tengah. Diakuinya, modal keberhasilan ini lantaran usaha dan doa yang terus dilakukan untuk meraih prestasi. Untuk latihan, kata dia, sebelum PON Jawa Barat digelar, dirinya terus berlatih di Korea Selatan sejak 2012 hingga 2016.

”Latihan di Korea satu tahun sekali dengan waktu dua bulan. Latihannya mengambil jadwal pagi, siang dan sore,” kata Eka yang merupakan lulusan SMAN 1 Batujajar pada tahun 2008 lalu dan lulusan UPI tahun 2014 jurusan PJKR.

Disinggung bisa bekerja di Satpol PP, diakuinya, pada saat itu dirinya melamar ke Satpol PP seperti pada umumnya. Akhirnya, bisa diterima dan saat ini sudah bekerja sejak awal 2016. ”Sekarang saya kerja sehari-hari di Satpol PP tapi bagian admin di kantor,” katanya sambil menyebutkan setelah meraih medali emas pada 2012 lalu dirinya mendapatkan bonus berupa uang Rp100 juta dan sebuah rumah. (drx/nit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here