Pelihara Musang Lebih Mudah dari Piara Kucing

kombas
IGUN RUCHIYAT/BANDUNG EKSPRES
BERSUA DI REDAKSI: Ketua Kombas Cecep (kedua dari kanan) dan Pengurus Kombas saat berkunjung ke biro Soreang Ekspres, kemarin.

Banyak yang menjudge musang binatang yang tidak boleh dijadikan peliharaan. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Komunitas Musang Bandung Selatan (Kombas). Mereka berhasil menaklukan binatang tersebut, bagaimana cara berikut wawancara saat Kombas berkunjung ke redaksi Soreang Ekspres.

Igun Ruchiyat, Soreang

KOMBAS siapa yang tak kenal dengan komunitas yang didalamnya banyak sekali orang-orang yang menjadikan musang sebagai peliharaan. Begitu pun saat mereka bersua ke kantor redaksi Soreang Ekspres, musang-musang yang sudah terlatih itu pun mereka bawa.

Insya Alloh kami akan senantiasa menghimpun mereka-meraka yang tidak sekedar memiliki hewan musang. Namun juga mereka yang memiliki ular, elang atau hewan reftil lainnya,” kata Cecep.

Mereka meluang waktu berkunjung ke kantor redaksi Soreang Ekspres lantaran ingin melakukan sosialisasi di Koran Jabar Ekspres.  ”Ingin sosialisasi, agar organsiasi kami ini lebih dikenal luas masyarakat,” ungkapnya, yang diamnini pengurus lainnya.

Tak disangka jika komunitas ini sudah memasuki usia tiga tahun. Dikatakan Cecep, banyak agenda yang akan mereka laksanakan saat perayaan ulangtahun komunitasnya tersebut.   ”Perayaan ulangtahun ke tiga ini pun sebagai bagian dari memperkenalkan organisasi ke masyarakat. Juga memperkenalkan jika musang itu bisa jadi bahan peliharaan malah pemeliharaanya tidak seribet memelihara kucing ataupun anjing,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan musang ini tidak terdapat toxo pada bulunya dan rabies jika digigitnya. “Kami dari Kombas dalam memkperkenalkan organisasi ini selalu mengadakan sosialisasi,” tambahnya.

Gathering yang kerap mereka laksanakan diadakan di Taman Kopo Katapang Sayati, Kabupaten Bandung pada Sabtu lalu.  ”Bahkan di awal Januari ini, kami akan melakukan gathering di Ciwidey, dengan ratusan anggota yang akan kami kerahkan ke sana untuk bersosialisasi dengan masyarakat luas,” terangnya.

Pecinta binatang Musang lanjutnya, kini sudah ramai membuat komunitasnya masing-masing. Tak hanya melulu komunitas Kombas saja, pemeliharan dan pecinta binatang peliharaan lucu seperti kucing, kelinci atau anjing. Musang pun ternyata mulai banyak digemari untuk dipelihara.

”Para pemelihara dan pecinta musang ini sebelumnya ada yang tergabung dalam Musang Bandung Community (MBC). Komunitas ini berdiri sekitar Mei 2002 lalu. Niatnya mulia, komunitas ini bertujuan untuk melestarikan musang dari ambang kepunahan. Karena sebagian daerah di Jabar, musang ini masih dianggap hama. Dagingnya juga masih ada yang sering mengonsumsi hewan musang ini,” ujar Cecep mengutip perkataan Arya, Ketua MBC Kota Bandung.

Diharapkan dengan adanya komunitas itu, bisa ikut melestarikan musang yang sebagian jenisnya sudah hampir punah.  ”Jangka panjangnya kita memang ingin juga bisa mengembangbiakan musang ini. Sudah ada pemikiran ke sana, tapi belum karena ilmu kita masih sedikit, dan orang banyak yang belum mengerti. Belum seperti kucing atau kelinci yang sudah umum. Namun kami, tanpa menyerah, komunitas yang beranggotakan sekitar 100 orang ini giat mensosialisasikan musang di tempat umum. Seperti di Monumen Perjuangan atau di car free day. Kegiatan kita masih sebatas sosialisasi tentang musang. Bahwa musang itu bisa dijinakkan dan bisa jadi hewan rumahan,” terangnya.

Dalam sosialisasinya itu, Kombas  sering berkeliling tempat yang ramai dikunjungi masyarakat karena target mereka adalah masyarakat. Gathering dilaksanakan sekitar car free day Soreang atau lokasi lainnya di sekitaran Gedong Budaya Kabupaten bandung. Untuk lebih lengkap silahkan kunjungi langsung website resmi dari KOMBAS di kombas.hol.es (gun/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here