Pakansari Resmi Jadi Kandang Timnas

GBLA Masih Dalam Perbaikan

FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
PERBAIKAN RUMPUT: Petugas memperbaiki rumput di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Senin (28/11). Stadion GBLA sebelumnya diproyeksikan menjadi kandang unuk timnas Indonesia.

bandungekspres.co.id, JAKARTA – PSSI akhirnya memastikan kalau Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, bakal menjadi markas timnas Indonesia saat berlaga di semifinal Piala AFF 2016. Kepastian ini didapat setelah pihak AFF sudah meninjau langsung stadion.

Pertanyaan mengenai markas timnas di semifinal memang belakangan jadi teka-teki. Sebab, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tengah dalam proses renovasi untuk Asian Games 2018.

Beberapa stadion menjadi kandidat. Selain Pakansari, Manahan Solo, Maguwoharjo, hingga Gelora Bandung Lautan Api jadi opsi.

Akan tetapi, PSSI akhirnya memilih Stadion Pakansari sebagai kandang. Alasannya karena lokasinya yang tak jauh dari Jakarta dan juga kapasitasnya yang cukup memadai.

”Benar, timnas Indonesia akan menggunakan Stadion Pakansari untuk semifinal Piala AFF 2016. Stadion GBLA yang tadinya direncanakan masih rusak karena baru saja digunakan untuk PON 2016,” papar Ketum PSSI Edy Rahmayadi, kepada wartawan, kemarin (28/11).

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI (Sekjen PSSI) Ade Wellington juga membidik Pakansari sebagai venue utama. Namun, kepastian ini hadir setelah pihak AFF melakukan inspeksi ke stadion itu.

Pada semifinal sendiri, Indonesia bakal menghadapi Vietnam. Skuad Garuda lebih dahulu jadi tuan rumah, pada 3 Desember mendatang, sebelum bertandang ke Hanoi, empat hari kemudian.

Di bagian lain, rumput di Stadion Gelora Lautan Api (GBLA) memang belum sulit terjadi. Sebab sampai saat ini perbaikan rumput yang rusak akibat digunakan pada pembukaan PON XIX masih berlangsung.

”Ini terlambat karena kondisi perubahan cuaca yang tidak bisa dicegah,” jelas Sekretaris Daerah Iwa Karniwa ketika ditemui saat peninjauan ke GBLA kemarin (28/11).

Menurutnya, berdasarkan informasi dari tim rehabilitasi mendapat penjelasan bahwa di tengah lapangan telah tumbuh rumput liar. Tumbuhnya rumput liar ini sebetulnya bersamaan dengan tumbuhnya rumput asli. Sehingga pegawai di lapangan harus bekerja ekstra dengan mencabut rumput liar yang tumbuh.

”Memang di luar perkiraan. Harusnya, awal Desember sudah bisa dipakai, ternyata kondisinya kita juga tidak bisa cegah, tapi dipastikan tim rumput terus bekerja,” tuturnya.

Namun demikian, perbaikan rumput ini pihaknya akan terus melakukan sesuai dengan arahan awal sampai rumput di GBLA benar-benar sesuai dengan standar internasional. Selain itu, saat ini, proses perbaikan rumput sudah memasuki tahapan kedua yakni pemangkasan bagian atas rumput yang kering dan menguning.

Iwa menambahkan, Penggantian rumput baru diperlukan guna memacu percepatan pertumbuhan rumput baru di seluruh areal lapangan. Dari total luas lapangan sekitar 10.000 meter, rumput yang diganti hanya sekitar 2.500 meter. Sehingga dengan treatment khusus ditambah bantuan hujan, Iwa optimistis pertumbuhan rumput baru akan jauh lebih cepat.

”Saya mohon maaf, kami komitmen di GBLA, tidak perlu khawatir. Semua sabar karena ini demi GBLA ke depan,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Pengawas tim Rumput GBLA Harry Gunawan mengatakan, saat ini kondisi rumput liar membuat pihaknya memilih memperbaiki media tanam terlebih dahulu. ”Agar tanah bisa mencerna vitamin maupun obat yang bisa diberikan,” katanya. (yan/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here